April 2017
Blog ini mengenai syiar ISLAM ala NUSANTARA, yang menjunjung adab ketimuran, sekaligus sebagai gambaran kecintaan terhadap kyai, habaib, dan NKRI

Jus Kubis Pencegah Kangker Payudara



Assalamu'alaikum Para Santri Segelas jus kubis mampu cegah kanker payudara, Wajib Baca

Hingga saat ini kanker payudara masih menjadi penyakit pembunuh nomor satu di kalangan para wanita. Diagnosis yang tepat hingga pencegahan secara dini termasuk dengan menjauhi faktor penyebabnya bisa menghindarkan kamu dari penyakit kanker payudara.

Sebuah penelitian yang dilansir dari boldsky.com menemukan bahwa kubis yang diolah menjadi jus mampu menjadi minuman efektif untuk mencegah kanker. Alasannya?

Kaya zat antioksidan


Kubis kaya akan zat antioksidan seperti vitamin A dan vitamin C. Selain itu, kandungan fitonutrien di dalamnya mampu mencegah pembentukan sel kanker pada payudara.

Bersifat anti-inflamasi

Kubis mengandung banyak nutrisi bersifat anti-inflamasi yang membantu dalam mengurangi tingkat peradangan yang disebabkan karena kanker payudara.

Kaya vitamin B dan vitamin K

Kandungan vitamin B, k dan khususnya folat di dalam kubis membantu mengurangi risiko kanker payudara.

Mengandung glucosinolates

Kubis mengandung zat yang disebut dengan glucosinolates yang merupakan senyawa organik dan membantu dalam mencegah kanker payudara.

Selain nutrisi di atas, zat alami dalam kubis mengurangi estrogen metabolit 16alpha-hydroxyestrone yang bermanfaat untuk menekan pertumbuhan sel penyebab kanker payudara.


ditulis ulang oleh Pak Rt




BACA JUGA



Blog ini mengenai syiar ISLAM ala NUSANTARA, yang menjunjung adab ketimuran, sekaligus sebagai gambaran kecintaan terhadap kyai, habaib, dan NKRI



Assalamu'alaikum Para Santri Tulisan Ketua RMI Malang , Gus Yazid ( suami Ning Ayik binti Romo Yai Idris Hamid )

Ujaran dan ajaran dlm Istighosah Kubro

Dunia ini seringkali jadi aneh krn dipenuhi manusia yg aneh aneh. Namun keanehan memang sengaja diciptakan agar jadi i'tibar bagi manusia yg cerdas utk merawat jiwa ulul albab serta kecerdasannya.

Maka wajar jika beri'tibar pada keanehan dunia itu tdk mungkin dilakukan oleh mrk  yg 'bersumbu pendek' maupun yg hanya tahu bahwa 'bumi itu datar'. Faham kan?

Sreeeeet ______________________________________________________________

"Yg dielu-elukan Zakir Naif, yg dipuji Raja Salman dan yg mrk idolakan Erdogan seraya meneriakkan khilafah syariah sbg pekikan. Manakala para kyai yg selama ini menjaga NKRI malah dihujat, pemimpin sah digugat, dan sistem politik negeri yg maslahat ini dianggap thogut dan khurafat. Memang selama ini mrk hidup dan makan dimana?"

Aneh kan?

Di barat, Islam Nusantara yg damai ini mulai dikaji krn dianggap sbg solusi. Di negera2 Islam yg dilanda kebengisan dan carut marut perang, Islam yg toleran ala NU ini diimpikan dan dijadikan harapan. Lha kok disini malah diserang dan dienyahkan utk diganti dg sistem yg penuh kemafsadahan dmn agama dan politik saling berkelindan?

Aneh lagi bukan? Pun ..

Begitu cintanya mrk pd labelitas agama, maka apapun yg berlabel syariah, syari dan Islam dianggap halal. Manakala yg tidak berlabel Islam dianggap haram. Dari bank syariah, hijab syari, hingga fitnah, caci maki dan ucapan laknat pun dilakukan. Asal yg melakukan org berjubah dg bumbu dalil Qurani maka dianggap halal. Emang minyak babi cap onta dihalalkan oleh Islam?

Ada lagi yg bilang ..

"Jangan meng-NU-kan Aswaja, tapi Aswajakan lah NU". Bagi saya statemen ini juga aneh yg keluar dari orang yg tdk ngerti NU dan sanad keilmuannya gak nyambung ke kyai NU. Jangankan manhaj pemikiran NU, mrk tahu mbah Hasyim Asy'ari aja mungkin dari kalam "Jare" alias jarang benere. Lantas pantas kah mrk mengklaim mewakili NU-nya mbah Hasyim?

Hingga akhirnya, NU dan para Kyai NU yg sdh 'muttafaq alaih' ilmu dan sanadnya itu pun dianggap 'ittifaq ala al kadzib'; bengkok semua sehingga harus diluruskan; begitu menurut mereka. Emang NU itu bergaris bongsor sehingga butuh NU garis kurus? Aneh kan?

Sreeeeet  ______________________________________________________________

Org Islam kagetan yg hanya tau bahwa 'bumi itu datar' mmg perlu diberi pelajaran. Nada sumbang mereka pada NU dan kyai NU itu perlu dibungkam agar tdk membuat Islam Indonesia yg toleran ini tercemar akibat ulah mrk yg penuh kenaifan.

Jangan hanya krn mereka menguasai media sehingga semua ucapan mrk patut utk dibenarkan. Meniru ujaran kebencian mrk pun dianggap pahala dan fitnah keji yg mrk lakukan pun dianggap jalan menuju sorga. Apa begitu Islam mengajarkan?

Inilah momen mengapa #IstighosahKubro perlu dilakukan dg komando para Kyai utk memberi i'tibar dan pelajaran bagi mrk yg kini pongah karena jadi sorotan. Seakan merekalah yg berhak menentukan opini tentang Islam dan arah negeri ini ke depan.

Ingat kawan ..

Kyai-kyai NU juga bukanlah ulama karbitan yg dihasilkan dari audisi media seperti mrk. Tapi kyai NU adalah ulama panutan yg lahir dari rahim masyarakat yg dg kealiman dan kemakrifatan mrk pd umat, selalu menjaga iman kami dari berbagai rongrongan.

Mereka membela umat, bukan malah minta dibela umat. Mereka memberdayakan masyarakat  agar ttp pada trak akhlak dan syariat, bukan malah memperdaya umat utk kepentingan dan kekuasaan sesaat.

Itulah ujaran dan ajaran kyai-kyai panutan kami yg telah disampaikan..

Sreeeeet  ______________________________________________________________

NU juga bukanlah organisasi instan yg menjadi besar krn pencitraan. Sebab NU adalah organisasi akar rumput yg menjadi besar krn perjuangan para kyai dan santri yg penuh keikhlasan. Komitmen mereka utk mengawal NKRI dan masyarakat adalah spirit perjuangan. Dan moralitas Islam serta ketulusan adalah pilar yg menjadi kekuatan.

Mereka menjaga NKRI bukan malah menghancurkan. Beliau beliau merawat Pancasila dan kebhinekaan, bukan malah meruntuhkan. Krn disitulah nilai Islam dan kemaslahatan umat Islam terpupuk dan tertanam.

Apa kami memekikkan Allah Akbar sambil mengibarkan panji ketu

hanan? Apalagi mencari simpati masyarakat dg shalat di jalanan agar tercapai segala kepentingan?

Tidak! Kami hanya ingin mengetuk pintu langit dg lantunan doa. Karena, NKRI lah yg harus dibela sebagaimana Hadrotus Syekh Hasyim Asy'ari mengajarkan, bukan simbol Islam, apalagi Tuhan yg jelas jelas Maha Kuasa dan Perkasa.

Apakah kami mengemis uang transpot apalagi memelas nasi bungkusan? Atau apakah kami mengais dana kpd mrk yg sama kepentingan agar sukses dalam melakukan makar?

Tidak! kyai kami mengajarkan bahwa perjuangan demi NKRI itu membutuhkan mujahadah dan keikhlasan. Agar bambu runcing yg sederhana mampu mengalahkan todongan bayonet dan dentuman meriam.

Kami pun beristighosah tanpa perlu simbol agama dan slogan angka. Krn kami diajari oleh para kyai kami bahwa Tuhan tdk butuh slogan apalagi angka togel keberuntungan. Krn yg dilihat Allah adalah hati kami, bukan penampilan.

Walau mungkin kami berselfie, maklumlah sebab kami santri NU yg msh awam. Asal yg suka selfie bukan kyai dan ulama kami untuk pencitraan. Krn pemimpin yg ikhlas adalah kekuatan yg takkan terkalahkan.

Sreeeeet  ______________________________________________________________

Maka momen ini hakikatnya bukan sekedar utk menyampaikan ajaran moral. Tapi juga ujaran kebaikan utk menjaga negeri ini agar ttp dalam koridor kemaslahatan. Sehingga jika kami dituduh unjuk kekuatan, biarlah hal itu menjadi ucapan.

Bukan jumawa, bukan pula menandingi. Tapi orang takabur yg merasa tinggi hati krn mrk merasa mampu memonopoli opini (agama) dan mengkoptasi (kekuasaan) itu perlu juga utk ditakabburi oleh kita yg di sini dg niat utk "wa tawashou bil haqqi", sebagaimana nabi Musa juga perlu menyombongi Bani Ngisroil yg sombong dan dipenuh kepongahan.

Buktinya, mrk disana besar dan bergerak krn adanya dana milyaran. Manakala di sini kami bergerak dg spirit ngibadah dan Khidmah kpd NU dan kyai panutan meski harus urunan.

Banggalah jadi warga NU dan santri Hadrotus Syekh Hasyim Asy'ari. Salam istighosahan kawan!
#cintaNUcintaNKRI

ditulis ulang oleh Pak Rt
sumber Tulisan Ketua RMI Malang , Gus Yazid ( suami Ning Ayik binti Romo Yai Idris Hamid )




BACA JUGA

Habib Ahmad Tempel: Saya Merokok Untuk Membakar Setan

Blog ini mengenai syiar ISLAM ala NUSANTARA, yang menjunjung adab ketimuran, sekaligus sebagai gambaran kecintaan terhadap kyai, habaib, dan NKRI

Ilustrasi Mengaji

Assalamu'alaikum Para SantriSatu waktu saya pernah didawuhi Guru saya Abah KH. Aliy As'ad:

"Nek kepingin urip kepenak, urusan lancar, rejeki gampang, lan entuk nikmat sing ora disongko-songko, ojo lali moco surat Fatihah sedino ping 100, biso sekaligus utowo dicicil saben-saben ba'da sholat 20x , dilakoni minimal patang puluh siji dino (41hari) ojo nganti pedot, sukur sukur biso istiqamah selawase"

Hal ini persis seperti yg diijazahkan Mbah Abdul Hamid Pasuruan kepada para santri dan pendereknya yaitu:

"Barangsiapa membaca surat Fatihah 100x tiap hari, maka ia insyaAllah akan mendapatkan keajaiban-keajaiban yg tak terduga. Ke 100 bacaan fatihah bisa dibaca sekaligus, bisa juga dicicil yaitu 30 setelah sholat subuh, 25 setelah sholat dzuhur, 20 setelah sholat ashar, 15 setelah sholat maghrib, dan 10 setelah sholat isya'. 

Wallahu A'lam...Bibarokati Mbah Hamid Pasuruan dan Abah Aliy As'ad, Al-Faatihah...


N/B  Abah Aliy As'ad mendapat ijazah Surat Fatihah 100x dari Mbah Hamid secara langsung, yaitu ketika beliau sowan ke Pasuruan, sekaligus di beri ijazah doa, bacaan dan tata cara sholat tarawih ala Mbah Hamid yg sampai sekarang msh diamalkan di ponpes Nailul Ula Plosokuning Ngaglik Sleman Jogjakarta.

اللهم انا نسئلك بحق الفاتحة المعظمة والسبع المثاني أن تفتح لنا بكل خير وأن تتفضل علينا بكل خير وأن تجعلنا من اهل الخير يا الله يا ارحم الراحمين.

Semoga Bermanfaat...

ditulis Ulang oleh Pak Rt



Blog ini mengenai syiar ISLAM ala NUSANTARA, yang menjunjung adab ketimuran, sekaligus sebagai gambaran kecintaan terhadap kyai, habaib, dan NKRI


Assalamu'alaikum Para Santri ~ sedikit Manaqib tentang orang sholeh...mari kita simak

Habib Ahmad Tempel: Saya Merokok Untuk Membakar Setan 
Keterangan foto: Habib Luthfi bin Yahya (sedang merokok), Habib Luthfi bin Yahya semasa mudanya, dan Syaikh M. Abdul Malik bin Ilyas Purwokerto.

Terlahir dari seorang ayah bernama Habib Ali Bafaqih yang terkenal sebagai sosok yang tegas, kehidupan masa muda al-Habib Ahmad Bafaqih tak semudah yang dibayangkan. Cacian dan hinaan hingga makian dari orang-orang sekitar beliau menjadi makanan sehari-harinya baik atas kekurangan fisik ataupun kemiskinan yang ada pada diri beliau. Namun Habib Ahmad Bafaqih tak pernah membalasnya, bahkan beliau terima dengan sabar semua perlakuan itu.
Di masa muda itu pula Habib Ahmad Bafaqih pernah berjualan kecil-kecilan seperti berjualan korek api meskipun hasilnya tidak menguntungkan. Sesungguhnya Allah adalah Maha Berkehendak, sosok Habib Ahmad Bafaqih dikarenakan kesucian hatinya, kesabaran akhlaknya, Allah Swt. anugerahkan kepadanya berupa Futuhal 'Arifiin, kasyaf dan ilmu laduni. Padahal beliau diriwayatkan tidak pernah menempuh pendidikan formal.Sosok Habib Ahmad Bafaqih juga dikenal sosok yang sangat dekat dengan Nabi Khidir As. Bahkan sering bersama sahabat beliau, Syaikh M. Abdul Malik Ilyas Purwokerto guru mursyidnya Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan, berjumpa Nabi Khidir As. dan mengetahui "penyamaran" Nabi Khidir dengan mudah.

Di kalangan ulama, wali dan habaib di zamannya, kedudukan Habib Ahmad Tempel sangatlah dihormati. Banyak pejabat negara serta artis yang tak ketinggalan turut mengambil keberkahan beliau. Diantaranya adalah Wakil Presiden RI H. Adam Malik, yang kemudian hari membuatkan kubah makam untuk Habib Ahmad Tempel dan ayahandanya. Banyak orang yang berjumpa menemui Habib Ahmad Tempel di rumah beliau, melihat karamah-karamahnya. Seperti, beliau tahu berita terbaru padahal tak membaca koran, mendengarkan radio ataupun menonton televisi. Beliau disebut hadir telihat berhaji di Mekkah padahal beliau tak pergi kemana-mana waktu itu.

Diceritakan, pernah menantu beliau yakni Habib Muhammad Hamid Bafaqih dipesankan oleh Habib Ahmad Tempel agar menjaga ketat pintu kamar Habib Ahmad Tempel, "Tak boleh ada yang masuk." Setelah Habib Ahmad Tempel lama tak muncul, akhirnya Habib Muhammad Hamid Bafaqih memberanikan diri membuka pintu kamar. Ternyata Habib Ahmad Tempel sudah pergi menghilang entah ke mana, wallahu a'lam.

Banyak orang yang sakit menjadi sembuh dengan izin Allah melalui karamah Habib Ahmad Tempel. Ada pula satu pohon kayu diolah papannya mampu menjadi beberapa rumah pondok pada suatu pesantren melalui karamah Habib Ahmad Tempel. Habib Ahmad Tempel pernah berucap: "Saya merokok ini, tujuannya adalah untuk membakar setan.
"Ketika Habib Ahmad Tempel masih hidup, banyak orang yang meminta wafaq/rajah/azimat kepadanya. Salah satu wafaq yang sering beliau beri adalah wafaq "Segitiga Khatamun Nubuwwah", (Allahu wahdahu la syariika lahu, muhammadun 'abduhu warasuluhu).

Habib Ahmad Bafaqih juga pernah berucap ketika berkunjung ke Guru Haji Seman Mulia Martapura Kalsel: "Bahwa aku hanya mencari teman, (yakni) orang yang bersyukur. Dan tidak mau berteman dengan orang yang pusang (gelisah/kecewa dalam hal duniawi), karena orang pusang itu bukan hamba Allah tapi hamba iblis."Kini dakwah Habib Ahmad Bafaqih Tempel diteruskan diantaranya oleh putra beliau, Habib Umar bin Ahmad Bafaqih (Sokaraja), Habib Ali bin Ahmad Bafaqih (Jogjakarta), kemudian oleh habib Muhammad Hamid Bafaqih (menantu dan juru kunci makam), Habib Husein bin Abdullah Assegaf (Sedayu, Jogja) dan Habib Zein Magelang. 

Sedangkan di Kalsel, murid beliau yang terkenal adalah Guru Haji Asmuni (Guru Danau). Diantara ijazah wirid dari Habib Ahmad Tempel adalah, "Jika kita ada hajat khusus hendaklah membaca Allahumma shalli 'ala sayyidina muhammadin wa 'ala aali sayyidina muhammad," sebanyak 124 kali bisa dicicil maksimal dalam jangka 40 hari.

Habib Ahmad Tempel sebenarnya wafat pada bulan Sya'ban. Sedangkan haul Ahad terakhir bulan Syawwal adalah haul ayahandanya, yakni Habib Ali bin Ahmad Bafaqih. Karena haul Ahad terakhir bulan Syawwal sudah berlangsung sejak jaman Habib Ahmad Tempel hidup, maka waktu haul ini tetap dipertahankan di Kemusuh. Acara puncak haul beliau sendiri terdiri dari 2 sesi, malam Ahad ziarah kubra dan tahlil sedangkan Ahad Shubuh Maulid Nabi Saw.

(Oleh: Ust. Shodiqur Rifqi/Padhang-mbulan.org ). Wallaahu A'lam...

ditulis ulang oleh Pak Rt



BACA JUGA

Blog ini mengenai syiar ISLAM ala NUSANTARA, yang menjunjung adab ketimuran, sekaligus sebagai gambaran kecintaan terhadap kyai, habaib, dan NKRI

4 TINGKATAN DZIKIR


Assalamu'alaikum Para Santri~ sedikit berbagi pengertian tentang tingkatan Dzikir, Monggo disimak

============
1.Tingkatan Shiddiqin
============
Mereka adalah kaum beriman yang tenggelam dalam ingatannya kepada Allah Ta’ala. Yang ada di pikiran dan hatinya hanyalah Allah Ta’ala. Maka, ia bebas dari jeratan dunia, nafsu, dan syahwat yang membinasakan. Mereka hanya membutuhkan dunia untuk sesuatu yang benar-benar darurat dan sesuai kebutuhannya, tidak berlebih-lebihan.
“Tidak akan sampai pada tingkatan ini,” tutur Imam al-Ghazali, “kecuali setelah seseorang menempuh riyadhah dan kesabaran dalam menjauhi hawa nafsu dalam waktu yang teramat lama.”
============
2.Tingkatan Haalikin
============
Mereka adalah orang-orang yang binasa. Mereka ditenggelamkan oleh kebutuhan dan segala hal terkait duniawi. Yang ada dipikirannya adalah dunia, harta, tahta, wanita, dan perhiasan nan melenakkan lainnya.
Alhasil, “Tak ada lagi kesempatan mengingat Allah Ta’ala, kecuali bisikan yang melintas di pikirannya.” Jika pun mereka melakukan dzikir dengan lisan, lanjut Imam al-Ghazali, “Ianya tidak dihayati oleh hati.”
============
3.Cenderung pada Agama
============
Kelompok ini memiliki kecenderungan yang sama; antara ingat kepada dunia dan akhirat (terkait agama). Hanya saja, ingatan mereka kepada agama lebih sering mendominasi. Dan karenanya, porsi dunia pun lebih sedikit, tetapi tetap ada.
Kelak, menurut Imam al-Ghazali, “Mereka akan diselamatkan, tetapi tergantung pada seberapa besar dan seringnya mereka dalam mengingat Allah Ta’ala.”
============
4.Cenderung pada Dunia
============
Inilah kebalikan dari golongan ketiga. Mereka memikirkan dunia dan agama. Tetapi dunia lebih memenuhi pikiran dan hatinya. Alhasil, dzikir kepada Allah Ta’ala pun tersingkirkan. Meski tidak hilang seutuhnya.
Sebab itulah, “Mereka akan tinggal di dalam neraka dalam waktu yang sangat lama.” Meskipun kelak, entah kapan, akan dikeluarkan dari neraka karena mereka masih mengingat Allah Ta’ala dalam beberapa masa hidupnya.
============

~Hujjatul Islam Imam Al Ghazali dalam Kitab Ihya Ulumuddin

ditulis ulang oleh Pak Rt
sumber Ilmu Tasawuf


BACA JUGA

Blog ini mengenai syiar ISLAM ala NUSANTARA, yang menjunjung adab ketimuran, sekaligus sebagai gambaran kecintaan terhadap kyai, habaib, dan NKRI

Dakwah Bukan Caci Maki


Assalamu'alaikum Para SantriKalau semua manusia harus sama, Allah tidak akan berfirman Laa ikroha fid diin (Tidak ada paksaan dalam agama).
Damai hadir justru karena adanya perbedaan yang dirawat dengan baik. Perang sering terjadi karena adanya penyeragaman yang dipaksakan.
Kalau ajaran Islam hanya berisi Perang dan Perang maka Rasulullah saw tidak akan menyuapi seorang pengemis Yahudi tuna netra yang terus menerus mencaci maki Nabi saw sambil mengunyah makanan dari tangan Rasulullah saw.

Kalau ajaran Islam tidak mengenal belas kasih dan kata maaf, maka tentu Rasulullah saw tidak akan menjenguk seorang Yahudi yang rutin menuangkan kotoran unta dari atap rumahnya setiap kali Rasulullah saw lewat di depan rumahnya.

Suatu kali Nabi saw lewat tanpa ada apapun yang jatuh dari atas atap rumah keluarga Yahudi itu. Setelah Nabi saw selesai sholat, beliau menanyakan kabar orang Yahudi itu. Seorang sahabat menjawab : Alhamdulillah dia sudah sakit. Mendengar itu Rasulullah saw bergegas menuju rumah keluarga Yahudi itu untuk menjenguknya. Demi mendengar tamu yang datang adalah Rasulullah saw, si bapak Yahudi itu merasa sangat malu sehingga dia menutupkan selimut ke atas wajahnya.
Nabi kita Muhammad saw menyapanya dengan hangat, menanyakan keadaannya, menenangkannya dan menguatkannya bahwa ia akan sembuh. Apa yang terjadi kemudian ? Si bapak Yahudi itu perlahan membuka selimut yang menutupi wajahnya dan langsung mengucapkan Asyhadu anlaa ilaaha illallah wa Asyhadu annaka Ya Muhammad Rosulullah.

Hidayah datang karena adanya akhlak yang mulia, karena adanya senyuman yang menyejukkan, karena adanya tatapan yang lembut, karena adanya kesantunan yang indah.

Jangan bermimpi mendakwahi manusia sementara anda menghardik dan mencaci makinya. Jangan berharap orang akan terkesan dengan Islam sementara anda menampilkan wajah Horror.

Selamat Hari Santri Nasional.Kaum Santri Akan Terus Mengawal Bangsa Ini.NKRI Harga Mati !!!

"Ber-agama yang hanya menjalankan Syariat namun tanpa memahami Hakikat, hanya menghasilkan banyak Mudharat & sedikit manfaat."

ditulis ulang oleh Pak RT


BACA JUGA


Blog ini mengenai syiar ISLAM ala NUSANTARA, yang menjunjung adab ketimuran, sekaligus sebagai gambaran kecintaan terhadap kyai, habaib, dan NKRI

DURHAKA KEPADA GURU

ilustrasi mengaji

Assalamu'alaikum Para SantriDikisahkan belasan tahun lalu seorang santri yang sedang nyantri di rubat tarim yang saat itu diasuh habib abdulloh assyatiri, dia dikenal sangat Alim hingga mampu menghafal kitab tuhfatul muhtaj 4 jilid. siapa tak kenal dia??
Semua tau bahwa ia sangat Alim bahkan diprediksi sebagai calon ulama besar. Nah, Suatu hari disaat habib abdulloh mengisi pengajian rutin santri, tiba tiba habib bertanya tentang santri yang sangat terkenal Alim itu. "Kemana si fulan???" Semua santri bingung menjawab pertanyaan sang guru. Ternyata santri yang dimaksud tidak ada di pondok melainkan keluar berniat mengisi pengajian di kota mukalla tanpa izin.

Akhirnya habib abdulloh assyatiri yg sangat terkenal Allamah dan Waliyulloh berkata :"baiklah orangnya boleh keluar tanpa izin, tapi ilmunya tetap disini!!!". Di kota mukalla, santri yang sudah terkenal Alim tersebut sudah di nanti nantikan para pecinta ilmu untuk mengisi pengajian di masjid omar mukalla.
Singkat cerita si santri ini pun maju kedepan dan mulai membuka ceramahnya dengan salam dan muqaddimah pendek. Allohu akbar !!! Ternyata, setelah membaca amma ba'du si Alim ini tak mampu berkata sama sekali, bahkan kitab paling kecil sekelas Safinah pun tak mampu ia ingat sedikitpun.... Sontak dia tertunduk dan menangis.. para hadirin pun heran, "Ada apa ini???",,

Akhirnya Salah satu Ulama kota mukalla pun menghapirinya dan bertanya; "Saudara mengapa begini??? Apa yang saudara lakukan sebelumnya?".
Dia menjawab : "aku keluar tanpa izin habib dari pesantren." Dia terus menangis , dan Beberapa orang menyarankan agar ia meminta maaf kepada Habib..  Parahnya dia dengan sombong tidak mau meminta maaf!!.
Kesombongannya ini membuat semua orang menjauhinya, dan tidak ada satupun yang perduli padanya, bahkan hidupnya setelah itu sangat miskin dan terlunta lunta dengan menjual daging ikan kering. Dan disaat ia meninggal, dia mati dalam keadaan miskin bahkan kain kafannya pun tak mampu dibeli dan akhir kalinya diberi oleh seseorang.

"Santri Yang Manfaat...Bukanlah Yang Paling Banyak Hafalannya, Yg Paling Bagus Penjelasan Kitabnya, Yang Selalu Juara Kelas.....Tapi Santri Yang BerManfaat Yang Paling Hormat dan Taat Kepada Gurunya...Dan Menganggap Dirinya Bkn Siapa-siapa Di Hadapan Gurunya..."
Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah diatas

ditulis ulang oleh Pak Rt



BACA JUGA

Keberkahan Ilmu/Ngalap Barokah

Blog ini mengenai syiar ISLAM ala NUSANTARA, yang menjunjung adab ketimuran, sekaligus sebagai gambaran kecintaan terhadap kyai, habaib, dan NKRI

Pesantren Al Falah Biru Pejuang Pembela Tanah Air


ilustrasi pesantren tempo dulu
Assalamu'alaikum Para Santri ~ sedikit kisah yang bisa memberikan  pencerahan bagi kita...

Pesantren Al Falah Biru Pejuang Pembela Tanah Air.

  1. Melarang mengagungkan dan mendoakan bupati dalam khutbah.
  2. Menyalahkan bupati dan berani berkata “caduk” kepada bupati dimuka umum.
  3. Mengejek pemerintahan Belanda dimuka umum.
  4. Melarang menyembah, sebab pada waktu itu diharuskan manut-manut (menyembah) kepada para menak/ningrat.
Pondok Pesantren Al-Falah Biru adalah generasi penerus pertama Pesantren Biru, sehingga terkenal di kalangan masyarakat Islam adalah Pesantren Biru atau Biru.
Biru didirikan tahun 1749 oleh Embah Pengulu (Embah Kyai Akmaluddin) penghulu Timbanganten /Garut dan menantunya Raden Kyai Fakaruddin keturunan ke-11 dari Sunan Gunung Djati (Syaikh Syarif Hidayatulloh, Raja Cirebon) dan keturunan ke-11 dari Prabu Siliwangi (Raja Pajajaran).

I. Kampung Biru merupakan daerah yang bersejarah baik di kalangan Islam maupun Nasional, sebab menghasilkan banyak sejarah dan peran yang penting dari sebelum masa penjajahan Belanda sampai kemerdekaan Presiden Soekarno, serta Biru merupakan pedoman sejarah keturunan (silsilah), ke-ulamaan dan ke-radenan di daerah Garut.

Ulama yang memimpin dan mengelola Pesantren Biru adalah:

  1. Embah Kyai Akmaluddin dan Embah Kyai Fakkaruddin
  2. Embah Ajengan Abdulrosyid
  3. Embah Kyai Irvan
  4. Embah Kyai Abu Qo’im
  5. Raden Bagus K.H. Muhammad Ro’ie (Ama Biru).
Dari generasi kepemimpinan pertama sampai terakhir Pesantren Biru mengalami masa kejayaan yang subur makmur kerta raharja (Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghofuur) serta terkenal di pulau jawa dan diluar jawa, oleh karena itu maka kampung Biru mngalami harkat martabat kebesaran dan kemuliaan di kalangan Nasional, serta di hargai oleh masyarakat dan pemerintah Belanda, sehingga pada masa pimpinan Embah Ajengan Abdulrosyid Biru dimerdekakan oleh kaum Penjajah Belanda dan sampai pada generasi kelima Biru sebagai pusat Agama Islam di daerah Garut. Setelah masa Raden Bagus K.H. Muhammad Ro’ie berakhir, maka Pesantren Biru di pindahkan ke kampung Thoriq Kolot kemudian dirubah nama menjadi “Al-Falah” yang dipimpin oleh putranya yang bernama Raden KH. Asnawi Muhammad Faqieh (Bani-Faqieh) dan cucunya Syaikhuna Badruzzaman.

Pada masa ini Pesantren Al-Falah Biru mengalami banyak rintangan baik dari penjajah, Umat Islam ataupun pengaruh para politikus di Indonesia. Ulama yang memimpin dan mengelola Pesantren Al-Falah Biru adalah: Raden KH. Asnawi Muhammad FaqiehSyaikhuna BadruzzamanR. KH. BahruddinPada tahun 1933-1938 M. Raden KH. Asnawi Muhammad Faqieh dan putranya Syaikhuna Badruzzaman mengungsi dari kampung Al-Falah, untuk menyebarkan agama Islam di daerah Kab. Tasik yaitu Taraju/Indularang yang masih menganut agama Hindu yang kebetulan di daerah Garut sedang terjadi fitnah “Perintah Suntik” dari penjajah Belanda.
Sepulang dari pengungsian pengajian dibuka lagi, pada waktu itu Pesantren Al-Falah Biru mempunyai puluhan ribu murid bahkan pada pada masa penjajahan Jepang berjumlah ratusan ribu murid sehingga Jepang menyebutnya “Maha Raja” kepada KH Faqieh yang dibantu oleh putranya Syaikhuna Badruzzaman, karena Jepang melihat kehebatan pengaruhnya melebihi yang lainnya.

II. P o l i t i k Perpolitikan di kampung Biru telah tercatat sejak tahun 1914, yang dimulai oleh KH. Muhammad Soleh putra Ama Biru yang ikut bergabung dengan SI (Syarikat Islam) pimpinan H. Oemar Said Cokro Aminoto, pada saat itu Biru berani terang-terangan ingin merdeka, dan mengajak kepada orang lain, menentang dan mengejek pemerintah Belanda dimuka umum yaitu:

  1. Melarang mengagungkan dan mendoakan bupati dalam khutbah.
  2. Menyalahkan bupati dan berani berkata “caduk” kepada bupati dimuka umum.
  3. Mengejek pemerintahan Belanda dimuka umum.
  4. Melarang menyembah, sebab pada waktu itu diharuskan manut-manut (menyembah) kepada para menak/ningrat.
  5. Lagu kebangsaanya adalah: Indones-Indones merdeka-merdeka tanah-ku negriku yang ku cinta 2xIndones-Indones mulia-mulia hiduplah Islam Indonesia.
Di Surakarta, kaum tani bergerak di bawah komando Insulinde untuk memprotes buruknya penghidupan mereka. Di tahun yang sama pemberontakan juga meletus di Garut, Jawa Barat. Dan Sulawesi, bagian timur Hindia-Belanda, pemberontakan rakyat meletus di Toli-Toli. Inilah zaman bergerak!
Pemberontakan-rakyat-toli-toli-1919 Tetapi berbagai masalah pribadi muncul mengusik kerjasama itu. Pertama, pada tahun 1920, posisi Tjokroaminoto sebagai ketua SI mulai merosot. Terutama karena kasus ‘Seksi B’, yaitu pemberontakan rakyat Garut, Jawa Barat, yang dipimpin oleh SI, yang membuat Tjokroaminoto terancam ditangkap. Karena itu, Tjokro meminta agar SI mengendurkan serangan dan menghindari kontroversi yang mengganggu penguasa.

SI cabang Semarang, yang dikuasai kaum merah, mengecam sikap mengendur Tjokro tersebut. tan-malaka-dan-islam Pada periode kepemimpinan Syaikhuna Badruzzaman yaitu tahun 1942 dimasa penjajahan Jepang dan Agresi Belanda II beliau mendirikan pasukan Hizbulloh kemudian Hizbulloh Fisabilillah yang lebih besar lagi untuk mengusir dan melawan penjajah sehingga berhasil mematahkan dan menggempur sebagian di wilayah Garut, Bandung dan Jogya (Madiun), maka pada waktu itu Al-Falah Biru terkenal ditingkat Nasional (terkenalnya “Biru”) baik di dalam ilmu ke-pesantrenan ataupun kegagahan serta keberaniannya dalam berperang dengan penjajah untuk membela umat Islam dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (1942-1949).

Maka pada masa kemerdekaan Biru cukup dihormati dan disegani oleh pemerintahan Presiden Soekarno dan masyarakat umum.

III. Mundurnya Pengaruh Biru (Al-Falah Biru)Mundurnya pengaruh Al-Falah Biru disebabkan adanya politik DI/TII pimpinan Karto Suwiryo yang banyak merugikan Umat Islam yang mengorbankan jutaan jiwa di seluruh Indonesia maka pada tahun 1950 Syaikhuna Badruzzaman mengungsi ke Majenang Jawa Tengah kemudian ke Arab Saudi dengan bantuan Muhammad Natsir tokoh Partai Masyumi dan kembali lagi tahun 1960, kemudian membangun lagi Pesantren Al-Falah Biru sejak itu pesantren tidak ramai seperti sebelum ditinggalkan.Yang kedua adalah adanya politik Muhammadiyyah memasukkan pengaruhnya kepada Syaikhuna Badruzzaman walaupun pada akhirnya beliau bersikap netral terhadap partai-partai politik yang ada. Pengaruh kejahatan politik partai komunis (PKI) di Republik Indonesia yang memusuhi umat beragama khususnya agama Islam juga merugikan umat Islam, banyaknya ulama-ulama, kyai-kyai, dan pembela agama Islam yang dibunuh dengan kejam yang tidak berpri-kemanusiaan termasuk Syaikhuna Badruzzaman pun diancamnya akan dibunuh.Walaupun banyak cobaan dan rintangan dari waktu kewaktu, pengaruh kebesaran Biru masih membekas dimata para murid dan yang menyaksikan dimasa kejayaannya sampai saat ini (tahun 2006 M), seperti semakain banyaknya orang yang mengikuti amalan Thoriqot-Tijaaniyyah yang dahulunya di pimpin oleh Syaikhuna Badruzzaman di tahun 1935 M.

ditulis ulang oleh Pak Rt
dr berbagai sumber



BACA JUGA


Blog ini mengenai syiar ISLAM ala NUSANTARA, yang menjunjung adab ketimuran, sekaligus sebagai gambaran kecintaan terhadap kyai, habaib, dan NKRI

HIKMAH DAN KAROMAH



Assalamu'alaikum Para Santri Apa itu HIKMAH....? Apa itu KAROMAH....?

HIKMAH adalah sesuatu yg dicapai/dimiliki atas keinginan (kita)
KAROMAH adalah sesuatu yg di berikan tanpa ada/punya niat kita ingin mencapai /memilikinya.

Terkadang kita yg awam sulit membedakan mana itu HIKMAH mana itu KAROMAH. Akhirnya kitapun sering berkesimpulan klo sesuatu yg aneh2 (yg terjadi di luar akal...baik yg dilihat,didengar) bgt gampang mengatakan klo itu (kelebihan yg dimiliki manusia) adalah KAROMAH pemberian-Nya....

Imam As-Syafii rodiyallohu anhu berkata...: "Jangan mudah tertipu dengan keanehan..bisa hilang, terbang, tdk basah oleh air, atau tdk mempan dibakar api...semua itu bukanlah hal yg aneh bila Alloh SWT menghendaki"

Sebagian ulama berpendapat klo kata2 "Jangan mudah tertipu dengan keanehan" itu adalah HIKMAH... dan "bukanlah hal yg aneh bila Alloh menghendaki" adalah KAROMAH...

Intinya klo HIKMAH...mungkin siapapun bisa mendapatkannya sedangkan KAROMAH hanya bagi hamba yg di kehendaki-Nya... tentunya baik HIKMAH atau KAROMAH tentunya didapat/diberikan melalui amaliyah2 kita dgn bermunajat, berdzikir,dan amaliyah yg lainya...

Wallohu a'lam....itu yg saya ketahui...monggo seandainya orang yg mempunyai wawasan lebih dr yg saya ketahui tsb....bagi2...pengetahuannya dikolom komentar

ditulis oleh Pak Rt



BACA JUGA

Blog ini mengenai syiar ISLAM ala NUSANTARA, yang menjunjung adab ketimuran, sekaligus sebagai gambaran kecintaan terhadap kyai, habaib, dan NKRI

Tiga Akibat ketika Seseorang Jauh dari Ulama


Assalamu'alaikum Para Santri~

Kanjeng Nabi Muhammad ﷺ bersabda:سيأتي زمان على أمتي يفرّون من العلماء والفقهاء فيبتليهم الله بثلاث بليّات ألاها يرفع الله البركة من كسبهم والثانية يسلّط الله تعالى صلطانا ظالما والثالثة يخرجون من الدنيا بغير إيمان“

Akan datang suatu masa pada umatku, mereka lari (jauh) dari ulama’ dan fuqaha’ (orang-orang yang paham mengenai agama), maka Allah akan menurunkan tiga macam adzab kepada mereka;

  1. Pertama, Allah mencabut keberkahan dari usaha mereka. 
  2. Kedua, Allah memberikan kekuasaan kepada pemimpin yang kejam (di dunia).
  3.  Ketiga, mereka keluar dari dunia ini (mati) tanpa membawa iman.”
Ulama adalah pewaris Nabi. Ulama merupakan salah satu sumber ilmu dan keberkahan dalam kehidupan di dunia. Selain sebagai referensi keilmuan, ulama memiliki berbagai macam peran dan posisi yang sangat diharapkan kehadirannya dalam kehidupan umat.
Di antaranya, para ulama merupakan imam yang dapat membina dan memberi contoh kepada umatnya. Mereka adalah mujahid yang tanpa lelah berjihad demi kemaslahatan umat. Para Ulama adalah orang yang selalu mendoakan yang terbaik untuk umatnya.

Demikian disampaikan Mustasyar PCNU Pringsewu H Sujadi Saddad di hadapan Jamaah Jihad Pagi (Ngaji Ahad Pagi) di Aula Gedung NU Kabupaten Pringsewu, Lampung, Ahad (18/10). Pernyataan ini merupakan ulasan dari materi Jihad Pagi yang disampaikan oleh Rais Syuriyah MWCNU Pringsewu KH. Ahmad Nasihin.

Dalam penyampaian materinya, Kiai Nasihin menyampaikan Hadits Rasul yang menyatakan bahwa akan datang zaman dimana para umat lari menjauh dari para ulama dan fuqoha sehingga Allah akan memberi 3 macam ujian dan balasan bagi umat tersebut.

Yang pertama akan dihilangkan keberkahan dalam berusaha. "Keberkahan adalah hal yang sangat penting dari sebuah usaha. Usaha yang terlihat sukses namun menggunakan cara yang tidak benar, maka keberkahan baik dunia dan akhirat akan tidak dirasakan," kata Pengasuh PP Alwustho Pringsewu ini.

Yang kedua, tutur Kiai Nasihin, bagi orang yang lari menjauh dari para ulama akan diberikan pemimpin-pemimpin yang dzalim. "Pemimpin yang dzalim adalah pemimpin yang hanya memikirkan diri sendiri dan kelompoknya. Pemimpin yang tidak memikirkan kemaslahatan umat," terangnya.

Yang ketiga, bagi orang yang jauh dari para ulama akan dikeluarkan dari kehidupan didunia dalam kondisi tidak beriman dan jauh dari harapan menjadi khusnul khotimah. "Oleh karena itu agar kehidupan mendapatkan keberkahan. Hiduplah dekat dengan para ulama," ajaknya. (Muhammad Faizin/Mahbib)

ditulis ulang oleh Pak Rt


BACA JUGA

Blog ini mengenai syiar ISLAM ala NUSANTARA, yang menjunjung adab ketimuran, sekaligus sebagai gambaran kecintaan terhadap kyai, habaib, dan NKRI

Rasa Benci 


Assalamu'alaikum Para Santri بسم الله الرحمن الرحيم  Saudara-saudaraku dan Sahabat Pondok Pesantren Al-Amien yang dirahmati Allah...!

Benci adalah digambarkan sebagai perasaan tidak suka atau anti, yang membuat perasaan menjadi tidak nyaman bahkan tersakiti. Adalah wajar jika setiap dari kita memiliki rasa benci. Namun jelas hal yang tidak wajar jika benci ini kita tanam dalam hati kita dan terjadi berkepanjangan.

Saudara-saudaraku ...Rasa benci dapat merenggut kebahagiaan kita. Memang tidak ada yang salah dengan lahirnya benci. Karena Tuhan telah menganugrahkan berbagai macam perasaan dalam hati kita, termasuk benci. Dari semua ini, tidakkah kita sadari bahwa menanam benci dalam hati sama saja dengan meracuni diri sendiri. Saat benci mulai hadir dan merasuk, pikiran mulai tidak jernih dan bahkan tidak lagi bisa membedakan mana yang benar dan salah, baik dan buruknya suatu hal.نعوذ بالله من ذلك

Saudara-saudaraku ... Mari cabut segala akar benci dalam hati. Tidakkah kita sadari pula bahwa rasa benci yang bersemayam dalam hati akan berbuah menjadi racun. Racun kebencian ini dengan cepatnya menyebar kemudian menjalar meracuni seluruh organ tubuh lainnya. Kita sadari bahwa hati kita berada di dalam kuasa dan berubah menurut kehendakNya. Memang tidaklah mudah menjadi seseorang yang mudah menerima dan berlapang dada.
Untuk mencapai kondisi ini, diperlukan kesabaran dan keikhlasan. Semakin kita melatih kesabaran dan keikhlasan, maka akan terbentuklah kekuatan hati. Sehingga hati akan semakin sabar dan tenang terhadap berbagai macam ujian.

Saudara-saudaraku ...Benci adalah racun dalam hati. Kebencian yang dibawa ke mana-mana ibarat kebusukan, dimana bila kita bawa maka kita tidak akan merasa nyaman dan tenang. Begitu bahayanya kebencian yang ditanam dalam hati, akan sangat menyiksa jika tidak segera ditangani. Itu jika hanya sementara, bagaimana bila kebencian itu kita bawa seumur hidup...? Sungguh tidak nyaman ke mana pun kita melangkah.Maka saudara-saudaraku... Hanya dengan kasih sayang dan mendekatkan diri kepadaNya sebagai upaya untuk menawarkan rasa benci dan mencabut akar-akar kebencian dalam hati.Mari cabut segala akar benci dalam hati, sudah saatnya kita lebih bisa mengendalikan diri, menenangkan hati, belajar memaafkan dan mendekatkan diri kepadaNya.

والله اعلم بالصواب « المعهد الاسلامي الأمين »

Pondok Pesantren AL-AMIEN, Srimulyo RT/RW.01/07, Kel. Gunungsugih, Kec. Gunungsugih, Kab. Lampung Tengah, Prov. Lampung, Indonesia

ditulis ulang oleh Pak Rt




BACA JUGA