2018
Blog ini mengenai syiar ISLAM ala NUSANTARA, yang menjunjung adab ketimuran, sekaligus sebagai gambaran kecintaan terhadap kyai, habaib, dan NKRI


Assalamu'alaikum wahai para sahabat~
Mengucapkan selamat Natal kepada kaum Nasrani adalah sebuah kesalahan dan merupakan perbuatan yang terlarang dengan kata sepakat dari para ulama. Karena hari Natal dan juga keyakinan-keyakinan yang terkait dengannya, yaitu bahwa Isa 'alaihissalam adalah anak Tuhan, bahwa ia adalah salah satu tiga Tuhan, bahwa ia disalib selama dua hari dua malam, dan sebagainya adalah hal-hal yang sangat bertentangan dengan akidah Islam. Maka bagaimana mungkin kita ucapkan selamat atas hal itu?

Namun sebagian orang yang dengan hawa nafsunya berpendapat bahwa boleh mengucapkan selamat Natal, mereka beralasan dengan satu ayat dalam surat Maryam. Yaitu ayat:

وَالسَّلامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا

"Dan keselamatan semoga dilimpahkan kepadaku (Isa 'alaihissalam), pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali" (QS. Maryam: 33).

Sehingga mereka mengatakan boleh mengucapkan selamat Natal asalkan ucapan selamat tersebut diniatkan untuk Nabi Isa, atau ucapan semisal. Benarkah alasan ini?

Tafsiran para ulama

Mari kita lihat pemahaman para ahli tafsir mengenai ayat ini:

Imam Ath Thabari menjelaskan: "Maksud salam dalam ayat ini adalah keamanan dari Allah terhadap gangguan setan dan tentaranya pada hari beliau (Nabi Isa) dilahirkan yang hal ini tidak didapatkan orang lain selain beliau. Juga keselamatan dari celaan terhadapnya selama hidupnya. Juga keselamatan dari rasa sakit ketika menghadapi kematian. Juga keselamatan dari kepanikan dan kebingungan ketika dibangkitkan pada hari kiamat sementara orang-orang lain mengalami hal tersebut ketika melihat keadaan yang mengerikan pada hari itu" (Jami'ul Bayan Fi Ta'wilil Qur'an, 18/193).

Al Qurthubi menjelaskan: "[Dan keselamatan semoga dilimpahkan kepadaku] maksudnya keselamatan dari Allah kepadaku -Isa-. [pada hari aku dilahirkan] yaitu ketika di dunia (dari gangguan setan, ini pendapat sebagian ulama, sebagaimana di surat Al Imran). [pada hari aku meninggal] maksudnya di alam kubur. [dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali] maksudnya di akhirat. karena beliau pasti akan melewati tiga fase ini, yaitu hidup di dunia, mati di alam kubur, lalu dibangkitkan lagi menuju akhirat. Dan Allah memberikan keselamatan kepada beliau di semua fase ini, demikian yang dikemukakan oleh Al Kalbi" (Al Jami Li Ahkamil Qur'an, 11/105).

Dalam Tafsir Al Jalalain (1/399) disebutkan: "[Dan keselamatan] dari Allah [semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali]".

Al Baghawi menjelaskan: "[Dan keselamatan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan] maksudnya keselamatan dari gangguan setan ketika beliau lahir. [pada hari aku meninggal] maksudnya keselamatan dari syirik ketika beliau wafat. [dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali] yaitu keselamatan dari rasa panik" (Ma'alimut Tanzil Fi Tafsiril Qur'an, 5/231).

As Sa'di menjelaskan: "Maksudnya, atas karunia dan kemuliaan Rabb-nya, beliau dilimpahkan keselamatan pada hari dilahirkan, pada hari diwafatkan, pada hari dibangkitkan dari kejelekan, dari gangguan setan dan dari dosa. Ini berkonsekuensi beliau juga selamat dari kepanikan menghadapi kematian, selamat dari sumber kemaksiatan, dan beliau termasuk dalam daarus salam. Ini adalah mu'jizat yang agung dan bukti yang jelas bahwa beliau adalah Rasul Allah, hamba Allah yang sejati" (Taisir Kariimirrahman, 1/492).

Dan yang paling istimewa adalah penjelasan Ibnu Katsir tentang ayat ini. Beliau menjelaskan: "Dalam ayat ini ada penetapan ubudiyah Isa kepada Allah, yaitu bahwa ia adalah makhluk Allah yang hidup dan bisa mati dan beliau juga akan dibangkitkan kelak sebagaimana makhluk yang lain. Namun Allah memberikan keselamatan kepada beliau pada kondisi-kondisi tadi (dihidupkan, dimatikan, dibangkitkan) yang merupakan kondisi-kondisi paling sulit bagi para hamba. Semoga keselamatan senantiasa terlimpah kepada beliau" (Tafsir Al Qur'an Al Azhim, 5-230).

Demikianlah penjelasan para ahli tafsir, yang semuanya menjelaskan makna yang sama garis besarnya. Tidak ada dari mereka yang memahami ayat ini sebagai dari bolehnya mengucapkan selamat kepada hari raya orang nasrani apalagi memahami bahwa ayat ini dalil disyariatkannya memperingati hari lahir Nabi Isa 'alaihis salam.

Sanggahan

Oleh karena itu, kepada orang yang mengatakan bolehnya ucapan selamat natal atau bolehnya natalan dengan ayat ini, kita katakan:

Pertama: Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam yang menerima ayat ini dari Allah tidak pernah memahami bahwa ayat ini membolehkan ucapkan selamat kepada hari raya orang nasrani atau bolehnya merayakan hari lahir Nabi Isa 'alahissalam. Dan beliau juga tidak pernah melakukannya, padahal ada kaum Nasrani yang hidup di masa beliau. Namun tidak pernah diriwayatkan beliau Shallallahu'alaihi Wasallam mengucapkan atau mengirim ucapan selamat natal kepada mereka.

Kedua: para sahabat Nabi ridwanullah 'alaihim, generasi terbaik umat Islam, yang ada ketika Nabi menerima ayat ini dari Allah, mereka memahami isi dan penerapan ayat ini, pun tidak pernah mengucapkan selamat natal kepada kaum Nasrani. Bahkan Umar bin Khathab radhiallahu'anhu mengatakan:

أَعْدَاءَ اللَّهِ ؛ الْيَهُودَ , وَالنَّصَارَى ، فِي عِيدِهِمْ يَوْمَ جَمْعِهِمْ , فَإِنَّ السَّخَطَ يَنْزِلُ عَلَيْهِمْ , فَأَخْشَى أَنْ يُصِيبَكُمْ

"jauhilah perayaan-perayaan kaum musuh Allah yaitu Yahudi dan Nasrani. Karena kemurkaan Allah turun atas mereka ketika itu, maka aku khawatir kemurkaan tersebut akan menimpa kalian" (HR. Al Baihaqi dalam Syu'abul Iman, sanadnya hasan).

Ketiga: Ayat ini bukti penetapan ubudiyah Isa 'alaihis salam kepada Allah sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Katsir. Karena beliau hidup sebagaimana manusia biasa, bisa mati, dan akan dibangkitkan pula di hari kiamat sebagaimana makhluk yang lain. Dan beliau mengharap serta mendapat keselamatan semata-mata hanya dari Allah Ta'ala. Ini semua bukti bahwa beliau adalah hamba Allah, tidak berhak disembah. Sehingga ayat ini justru bertentangan dengan esensi ucapan selamat natal dan ritual natalan itu sendiri, yang merupakan ritual penghambaan dan penyembahan terhadap Isa 'alaihissalam. Jadi tidak mungkin ayat ini menjadi dalil ucapan selamat natal atau natalan.

Keempat: ulama menafsirkan السَّلامُ (as salaam) di sini maknanya adalah 'keselamatan dari Allah', bukan ucapan selamat. Andai kita terima bahwa السَّلامُ (as salaam) di sini maknanya adalah ucapan selamat, lalu kepada siapa ucapan selamatnya? Ayat menyebutkan السَّلامُ عَلَيَّ 'as salaam alayya (kepadaku)', berarti ucapan selamat seharusnya kepada Nabi Isa 'alaihissalam. Bukan kepada orang Nasrani. Dan andai kita ingin mendoakan keselamatan kepada Nabi Isa 'alaihissalam, maka waktunya luas, bisa kapan saja dan di mana saja tanpa harus dikhususkan pada perayaan Natal dan di depan orang Nasrani.

Kelima: jika ada yang mengatakan "biarlah mereka memahami bahwa kita mengucapkan selamat Natal kepada mereka, namun niat kita di dalam hati ingin mendoakan Nabi Isa". Maka kita katakan:

Ini adalah tauriyah. Tauriyah adalah seseorang meniatkan perkataannya berbeda dengan ucapan zahirnya. Kata para ulama tauriyah itu termasuk dusta, dibolehkan jika ada kebutuhan dan tidak mengandung kezaliman. Sedangkan dalam kasus ini tidak ada kebutuhan bagi seorang Muslim untuk mengucapkan selamat Natal dan juga terdapat kezaliman di dalamnya. Karena kezaliman yang terbesar adalah mempersekutukan Allah dengan makhluk-Nya.

Dengan melakukan tauriyah demikian, maka di dalam anggapan orang Nasrani, Muslim yang mengucapkan selamat natal telah menyetujui esensi dari perayaan natal dan akidah-akidah yang batil di dalamnya.

Keenam: andai kita terima "tafsiran" mereka bahwa dari ayat ini dibolehkan mengucapkan selamat natal pada hari lahir Nabi Isa. Maka pertanyaannya adalah, mana bukti otentik bahwa Nabi Isa lahir tanggal 25 Desember?? Para ahli perbandingan agama menyatakan tidak ada bukti otentik dan dalil landasan bahwa perayaan hari lahir Isa 'alaihissalam adalah tanggal 25 Desember.

Andrew McGowan, seorang pendeta Nasrani dekan di Yale Divinity School, dalam tulisan ilmiah berjudul "How December 25 Became Christmas" mengatakan: "Celebrations of Jesus' Nativity are not mentioned in the Gospels or Acts; the date is not given, not even the time of year. The biblical reference to shepherds tending their flocks at night when they hear the news of Jesus' birth (Luke 2:8) might suggest the spring lambing season; in the cold month of December .. The extrabiblical evidence from the first and second century is equally spare: There is no mention of birth celebrations in the writings of early Christian writers such as Irenaeus (c. 130-200) or Tertullian (c. 160-225)"

Artinya: "Perayaan kelahiran Yesus tidak disebutkan di dalam kitab Gospel dan kitab Acts. Tidak ada tanggal yang disebutkan di situ, bahkan tahun lahir saja tidak ada. Referensi yang ada adalah mengenai pengembala yang mengembalakan ternak mereka di malam hari ketika mereka mendengar Yesus lahir (Luke 2:8), ini mungkin menjadi ide awal dimunculkannya sangkaan waktu musim semi masa-masa beternak kambing di bulan Desember.. Dan bukti-bukti di luar injil di abad pertama dan kedua menyimpulkan hal yang serupa: bahwa tidak disebutkan mengenai perayaan kelahiran dari tulisan-tulisan para penulis kristen terdahulu seperti Irenaus (130-220M) atau Tertullian (160-225M)"

Beliau juga mengatakan sebagai kesimpulan tulisannya: "In the end we are left with a question: How did December 25 become Christmas? We cannot be entirely sure. Elements of the festival that developed from the fourth century until modern times may well derive from pagan traditions. Yet the actual date might really derive more from Judaism".

Artinya: "Akhir kata, kita masih meninggalkan pertanyaan: mengapa tanggal 25 Desember bisa menjadi hati perayaan natal? Kita belum yakin secara pasti. Elemen dari festival yang berkembang mulai dari abad ke 4 hingga sekarang bisa jadi merupakan turunan dari tradisi kaum pagan. Bahkan yang ada pada masa ini bisa jadi merupakan turunan dari tradisi Judaisme (Yahudi)" [1].

Jadi perayaan ini sebenarnya tidak ada asalnya! Nabi Isa 'alaihissalam pun ternyata tidak pernah memerintahkan umatnya untuk mengadakan ritual demikian. Mengapa sebagian kaum muslimin malah membela bahwa ritual natalan itu ada dalilnya dari Al Qur'an, dengan pendalilan yang terlalu memaksakan diri?

Penutup

Pembahasan ini semata-mata dalam rangka nasehat kepada saudara sesama muslim. Kami meyakini sebagai muslim harus berakhlak mulia bahkan kepada non-muslim. Dan untuk berakhlak yang baik itu tidak harus dengan ikut-ikut mengucapkan selamat natal atau selamat pada hari raya mereka yang lain. Akhlak yang baik dengan berkata yang baik, lemah lembut, tidak menzhalimi mereka, tidak mengganggu mereka, menunaikan hak-hak tetangga jika mereka jadi tetangga kita, bermuamalah dengan profesional dalam pekerjaan, dll. Karena harapan kita, mereka mendapatkan hidayah untuk memeluk Islam. Dengan ikut mengucapkan selamat natal, justru membuat mereka bangga dan nyaman akan agama mereka karena kita pun jadi dianggap ridha dan fine-fine saja terhadap agama dan keyakinan kufur mereka.

Wabillahi at taufiq was sadaad

ditulis ulang oleh Pak Rt

#Islam, #BeritaIslami, #Sunnah, #Qur'anHadist, #Tuntunan
#Islamnusantara, #PIN, #BelaIslam, #Aqidah, # ASWAJA
Blog ini mengenai syiar ISLAM ala NUSANTARA, yang menjunjung adab ketimuran, sekaligus sebagai gambaran kecintaan terhadap kyai, habaib, dan NKRI

ERA JOKOWI

Oleh: Bambang Sadewo


Assalamu'alaikum wahai para sahabatUmat Islam selalu bilang di zolimi oleh penguasa. Anehnya hanya di era Jokowi begitu kencang perasaan terzholimi itu. Padahal era Soeharto lebih terzholimi. Ulama dan tokoh islam di cekal.
Salah bicara dalam dakwah, besoknya udah ditangkap. Partai beraliran islam hanya ada satu.
Selebihnya di bredel.

Di era Jokowi orang bebas demo dan menghujat presiden. Posisi ulama ditempatkan secara terhormat. Dua petinggi NU dan Muhammadiah ditempatkan sebagai wantimpres dan ketua penasehat idiologi. Bahkan kini Cawapres nya adalah tokoh NU dan ketua MUI.

Ketika Era SBY yang merupakan presiden alumni dari universitas Orba era Soeharto politik adem.
Tidak ada demo berjilid jilid.
Tidak ada aksi ganti presiden.
Tidak ada fitnah yang begitu massive seperti di era Jokowi.
Padahal di era SBY, Habib riziq dijebloskan kedalam Penjara, Abu Bakar Bashir di penjara.
LH di penjara.

Di era Jokowi HRS dengan santai berada diluar negeri walau tersangkut banyak kasus.

Dimana dizholiminya ?

Tahun 2010 pillkada Surakarta, Pasangan Joko Widodo-FX Hadi Rudyatmo diusung oleh PDI Perjuangan, dan mendapat dukungan restu penuh dari PKS, Partai Amanat Nasional (PAN), serta Partai Damai Sejahtera.
Jadi kalaulah Jokowi terindikasi Komunis tidak mungkin bisa lolos dari penilaian PKS , PAN yang sangat hebat dalam melakukan verifikasi terhadap calon yang akan diusung sebagai walikota.
Bahkan ketua tim kampanye Jokowi adalah Hidayat Nurwahid salah satu ketua PKS. Artinya jauh sebelum Jokowi jadi presiden, yang melambungkan Jokowi ke pentas politik ya Partai yang berbasis Islam seperti PKS dan PAN.

Kalaulah Jokowi itu terindikasi Komunis sebelum bertarung sudah hancur dia di Solo.
Kalaulah ke islaman Jokowi diragukan tidak mungkin PAN dan PKS mau mendukung Jokowi.
Karena ketika itu lawannya didukung oleh Golkar dan PD yang menguasai data inteligent siapa yang terindikasi komunis.

Sekarang,..
Mengapa Jokowi dituduh PKI dan Anti Islam ?

Seharusnya tahun 2011 sudah terjadi divestasi PT. Freeprort Indoensia.
Tetapi Freeport engga peduli dengan UU Minerba .
Tidak ada yang bilang SBY tidak punya nasionalisme. Divestasi Freeport diubah dari 51% jadi 30%.

Semua diam dan senang. Padahal itu amanah UU. Berkali kali SBY dan elite politik ke China dan menjalin MOU dengan china untuk pembelian Pesawat dan Pembangkit listrik, namun tidak pernah ada ribut soal negeri ini akan dijajah china seperti sekarang. Proyek Malaka bridge di setujui oleh SBY sebagai kelanjutan proyek OBOR tetapi di era Jokowi dihentikan karena Jokowi tidak ingin Indonesia masuk dalam proyek OBOR sebelum siap bersaing. Mengapa kini Jokowi yang dibilang pro China ?

Di era SBY kesepakatan China-Asean FTA ( China Asean Free Trade Area ) sebagai kelanjutan dari AFTA ( ASEAN FREE TRADE AREA ) dan kemudian berubah menjadi ME ASEAN di implementasikan. Tidak ada orang bilang SBY pro asing karena membuka Indonesia secara bebas dikawasan ASEAN dan ASIA. Namun di era Jokowi kesepakatan multilateral di revisi dengan mengambil alih jalur udara selat malaka yang selama ini dikendalikan oleh Singapore.

Jokowi merangsek mengembangkan jalur pelayaran strategis alternatif ke dua lewat Selat Lombok ke Pacific yang dikuasai AS. Agar Indonesia timur dapat berkembang lebih cepat.

Blok MIGAS Mahakam dan Masela yang sekian puluh tahun dikuasai asing dan kini di ambil alih Jokowi.

Tetapi mengapa Jokowi dibilang Pro asing ?
Jokowi dibilang tukang gali utang.
Padahal waktu SBY harga minyak sedang tinggi. Surplus terjadi sejak tahun 2004.
Tidak ada yang suruh SBY bayar utang.
Malah suruh SBY membakar uang lewat subsidi BBM.
Tidak ada yang bilang SBY tukang utang ketika APBN defisit terjadi.
Asalkan subsidi terus diberi.
Ribuan triliun uang habis untuk sia sia selama 10 tahun berkuasa.

KIni di era Jokowi , negara deifsit.
Tetapi pembangunan terus berlanjut.

Bahkan angka kemiskinan bisa turun lebih baik sepanjang sejarah. Walau kita dalam tekanan krisis global dan defisit anggaran namun reputasi Indonesia dipasar uang global semakin tinggi.

Mengapa ?
Karena makro kita sehat.

Di era Jokowi justru program pelunasan hutang dilakukan secara sistematis agar dalam jangka waktu terukur kita bebas dari utang. Tetapi mengapa selalu disikapi miring…

Mengapa ?

Jadi issue Jokowi keluarga antek PKI atau Jokowi anti Islam , antek aseng itu hanya jargon yang dipakai sebagai alat propaganda dengan cara cara yang dipakai PKI yaitu menciptakan fitnah terus menerus agar menjadi kebenaran itu sendiri.
Mengapa saya katakan fitnah ? tanya aja PKS dan PAN mengapa dulu mereka berkoalisi dukung Jokowi naik pentas politik.?

Jadi kesimpulannya, tujuannya issue negatif itu hanya cara merusak reputasi Jokowi secara pribadi.

*Mengapa ?*

Ya hanya dengan fitnah yang bisa membuat Jokowi jatuh.
Di luar itu tidak bisa.
Karena Jokowi sebagai presiden jauh dari KKN , patuh terhadap hukum dan UUD.
Secara pribadi, keluarganya harmonis dan setia kepada istrinya.
Dan dia secara phisik pria sempurna, tidak invalid. Secara emosional dia stabil.
Sebetulnya pihak oposan sudah kehilangan cara untuk mengalahkan Jokowi dengan berbagai issue.

Dari rekayasa kasus seakan ulama di zolimi, diteror, PKI, harga naik, rakyat menderita dan lain sebagainya.

Karena rakyat sudah semakin cerdas bersikap.
Semuanya dianggap oleh sebagian besar rakyat adalah omong kosong.
Makanya teori terakhir adalah menggiring indonesia masuk dalam wilayah konflik dengan asing.
Agar pemerintah lemah.
Tetapi mereka lupa, bahwa Jokowi terlalu cerdas untuk bertikai dengan asing.
Orang beradab paham bagaimana mengelola konflik menjadi peluang, mendekatkan yang jauh
dan merapatkan yang dekat.

Freeport bukannya dimusuhi tetapi di rangkul jadi anak angkat dibawah ibu asuh Inalum. “
Baik baik ya jadi anak atau tak jewer.”

Suka tidak suka, sikap paranoid sengaja di create oleh oposisi terhadap Jokowi agar rakyat *membenci.*

Mengapa ?

Karena Jokowi bukan hanya membangun infrastruktur phisik tetapi juga membangun politik yang berkarakter Pancasila.

Inilah yang tidak disukai oleh oportunis politik yang gila harta dan kekuasaan.
Walau terkesan lemah dipermukaan namun dibalik itu proses terjadi secara sistematis dengan melibatkan semua infrastruktur negara.

Kita semua ingat waktu pertama kali Jokowi mengumumkan Kabinet, dia tampil dihalaman istana diapit kiri kanannya oleh Ketua BIN, Panglima TNI dan Kapolri.
Apa artinya? secara tidak langsung dia memperlihatkan kepada seluruh khalayak bahwa dia panglima tertinggi TNI yang bertugas bukan hanya membangun hal phisik juga politik.

Dan kekuatan TNI dan Polri sangat vital bagi legitimasi power seorang presiden memainkan perannya.

Awal kekuasaan Jokowi adalah menguasai KPK dari tangan elite politik.
Bukan rahasia lagi bila KPK dipilih berdasarkan sistem arisan diantara elite politik.
Era Jokowi, tidak ada lagi itu.

Dia menentukan sendiri calon pemerintah yang diajukan ke Pansel KPK dan mesin kekuasaan yang ada bekerja efektif menggolkan agendanya mengembalikan KPK ketangan Presiden. Mengapa ?
Karena sesuai UU anti korupsi bahwa Penanggung jawab utama anti korupsi adalah
*Presiden.*

Kemudian diawal kekuasaanya juga merubah struktur APBN yang pro produksi dengan menghapus subsidi BBM, dan ini melibatkan TNI dalam operasional penyalurannya.

Makanya DPR dan elite politik terpaksa bungkam.
Selanjutnya kebijakan reformasi MIGAS dan penegakan hukum di laut dilaksanakan dengan secara sistematis. Untuk hal ini Elite politik tidak berkutik.

Puncaknya Jokowi berhasil membubarkan Koalisi Oposisi yang menguasai Parlemen.

Apakah setelah itu Jokowi aman aman saja.
*Tidak.*
Kelompok yang tidak suka
dan ingin menjatuhnya juga bergerak melakukan perlawanan secara extra parlementer.
Pintu masuk menyerang Jokowi adalah dalam PILKADA DKI dengan menjadikan Bapak Ahok sebagai icon untuk dibenturkan dengan umat islam.
Kalau Jokowi tidak hati hati menghadapi serangan ini maka bisa dengan cepat menjatuhkannya.
Tetapi Jokowi bermain cantik dengan menjauhkan TNI terlibat lansung dan
menghindari Polisi bentrok langsung dengan Demonstran.
Apa yang dilakukan Jokowi bukanlah menghadapi langsung para demonstran tetapi melakukan persuasif secara elegan inteligent dengan menangkap aktor intelektualnya.
Tidak diadili tetapi dibungkam
atau digantung kasusnya sampai situasi terkendali.

_Setelah aksi 411, posisi lawan lawan telah tercluster dengan efektif._

Selanjutnya Jokowi mendekati para Ulama dengan mengajak berdialog secara terbuka.
Semua kekuatan umat islam diundang ke istana.
Tidak ada dusta diantara mereka.
Konsesus terbentuk.
MUI keluar dari barisan alumni 411, yang tersisa hanya kelompok yang berseberangan.
Lalu,..
Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) dibentuk.
Namun Jokowi masih butuh lebih konkrit lagi untuk tahu siapa lawan siapa kawan.

Aksi 212 kembali dibiarkan terjadi.

Namun pada saat aksi , Jokowi leading mengendalikan massa dengan adanya konsesus antara Kapolri dengan demontran.

Setelah itu, keputusan dibuat. UU Ormas dicabut dengan mengeluarkan PERPU.
HTI dibubarkan. Gugatan dipengadilan oleh HTI dimenangkan Jokowi.
Apakah selesai sampai disitu saja? tidak.
Ancaman idiologi Pancasila adalah idiologi transnasional yang punya basis ormas dan politik di Indonesia.

Makanya setelah aksi penyanderaan di Lapas Brimob dan
Surabaya, merupakan momentum yang tepat mendorong segera dikeluarkannya UU Anti Teror.
Elite politik tidak punya pilihan kecuali mengesyahkan UU anti teror.
Dan selanjutnya Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) diubah menjadi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila yaitu badan setingkat menteri dengan organisasi yang terstruktur.
Karena ini kemungkinan PKS dan ormas yang berafiliasi dengan idiologi transnasional akan tergusur dan koalisinya seperti Gerindra dan PAN juga akan terjerembab.
Kalau China butuh 25 juta orang mati untuk revolusi kebudayaan ;
maka Jokowi lakukan tanpa korban dan tidak butuh waktu lama untuk revolusi mental..
Bayangkan UU Anti teror bertahan sejak tahun 2003 dapat direvisi di era Jokowi.
UU Ormas juga dapat di revisi. Padahal lebih 10 tahun terjadi pembiaran melecehkan Pancasila.
Reformasi Migas terlaksana tanpa hambatan dan kini sedang masuk proses revisi UU MIGAS tahun 2002.
Apakah semua itu mudah?
Tidak.
Lebih sulit dibandingkan membangun infrastruktur.
Di era Jokowi gaduh politik menjadi tontonan keseharian.
Dari kegaduhan itulah Jokowi hadapi dengan sabar seraya cermat memperhatikan dinamika ditengah masyarakat untuk mengambil keputusan yang terbaik bagi masa depan Indonesia. Kedepan Indonesia akan focus kepada Sumber daya manusia.
Yang ngeyel soal politik akan berhadapan dengan pedang hukum.
Ya ditangan Jokowi proses pembangunan politik terlaksana dengan baik dan cepat.
Seseorang,.. pencinta dan NKRI harga mati.

Markas munafiq, kafir yahudi namun berteriak khilafah penegakkan syareat islam dengan suara lantang pekik an takbir hanyalah kebohongan dari kutu busuk pendukung kekuatan prabowo sandi.. harusnya rakyat anak bangsa baik elit bejabat ustadz kiyai.. wajib mawas diri walaupun banyak ilmu dan pengalaman bahkan di bilang dengan nama Ulama, namun masih membaur dan aktif turut dalam kepartaian untuk tujuan Gerindra dan PKS sama saja termasuk Fasiq.. yang harus menebus kesalahan dengan meng istiqomahkan istighfar usai maktubah.. juga perlu bersuci dengan cara di basuhb7 kali dengan debu..

ditulis ulang oleh Pak Rt
sumber
#Islam
#BeritaIslami
#Sunnah
#Qur'anHadist
#Tuntunan
#Islamnusantara
#PIN
#BelaIslam
#Aqidah
#ASWAJA
#pejuangislamnusantara
Blog ini mengenai syiar ISLAM ala NUSANTARA, yang menjunjung adab ketimuran, sekaligus sebagai gambaran kecintaan terhadap kyai, habaib, dan NKRI


Assalamu'alaikum Para Santri~

GUS MIEK Di sebuah Hotel di kawasan Surabaya, suasana kafe gaduh. Hentakan musik menggebrak setiap sudut ruangan. Kepulan asap rokok menyesakkan dada. Bau alkohol menusuk hidung. Seorang lelaki berwajah teduh duduk mengobrol di pojok kafe, tubuhnya sedang, rambutnya ikal.

Sebatang rokok terselip di antara jari-jarinya. Ia ditemani beberapa orang.Dari mulutnya meluncur kalimat-kalimat menyejukkan. Terkadang terdengar tawa segar. Lelaki itu adalah Gus Miek yang akrab mereka panggil dengan sebutan PAPI. Kata banyak orang lelaki itu sering menghabiskan waktunya di kafe tersebut. Bahkan tidak hanya di Kafe Elmi, di beberapa diskotik Surabaya pun namanya banyak dikenal. 

Suatu ketika Gus Miek diderekaken Gus Farid (putra KH Ahmad Siddiq) yang dikenal sebagai muridnya, bertandang ke sebuah diskotek. Di sana, Gus Farid mencoba menutupi identitas Gus Miek agar tidak dilihat dan dikenali pengunjung diskotek itu.“Gus, apakah jama’ah sampeyan kurang banyak?""Apakah sampeyan kurang kaya?""Kok mau masuk tempat seperti ini?" Tanya Gus Farid kemudian. Gus Miek terlihat emosi mendengar pertanyaan orang terdekatnya, yang telah lama mengikutinya.“Biar nama saya cemar""Apalah arti sebuah nama. Paling mentok, nama Gus Miek hancur di mata umat.""Semua orang yang di tempat ini, di diskotik ini, juga menginginkan surga, bukan hanya kaum santri dan bersarung saja yang menginginkan surga. Tetapi, siapa yang berani masuk ke tempat seperti ini..?""Kyai mana yang mau masuk ke tempat-tempat seperti ini?!” Jawab Gus Miek.

Gus Farid terdiam. Tak lama setelah itu, Gus Miek pun kembali ceria seolah lupa dengan pertanyaan Gus Farid barusan. Itulah dunia Kiai Hamim Jazuli alias Gus Miek. Beliau adalah tokoh sentral pendiri Semaan Al-Quran JANTIKO, yang artinya JANTIKO adalah Jama'ah anti koler yang pengikutnya ribuan orang. Semaan adalah kegiatan membaca Al-Quran oleh para penghafal Al Qur'an atau hafidz secara bergantian, dan didengar atau disemak oleh banyak orang dalam sebuah majelis. Beliau dikenal sebagai Kiai yang mengayomi umat, terutama rakyat jelata. Kekhasan gayanya dalam menyebarkan kebenaran sangat unik. Tidak seperti ulama lainnya, lahan garapannya adalah orang-orang pinggiran yang sering disebut “Manusia Malam.” 

Banyak cerita yang beredar tentang almarhum Gus Mik. Mulai dari kehidupan sehari-harinya sampai keanehan-keanehan yang sering di luar nalar. Beliau memang memiliki kelebihan yang unik. Hampir di sepanjang hayatnya Gus Miek dekat dengan kaum pinggiran atau yang terpinggirkan. Gus Miek ketika keluar lebih suka berpakaian trendi, seperti bercelana jeans memakai kaos dan tak lupa berkacamata hitam. 
Pergaulannya sangat luas. “Saya merasa dituntut untuk menguasai bahasa kata, bahasa gaul, dan bahasa hati,” Katanya suatu ketika.Tentang dakwahnya di tempat tempat maksiat, Gus Miek berkata“Kalau saya masuk ke tempat-tempat seperti diskotik, karaoke, saya hanya tertawa. Saya sendiri senang. Tetapi saya lebih tertarik pada pendapat seorang ulama terdahulu, jika tidak salah namanya Imam Ahmad bin Hambal. Kalau masuk ke tempat hiburan yang diharamkan oleh Islam, justru Imam Ahmad bin Hambal berdoa, di pintu pertama ia berdoa: Ya Allah, seperti halnya Kau buat orang-orang ini berpesta-pora di tempat seperti ini, semoga berpesta poralah di akhirat nanti.

”Sewaktu Gus Miek masih sugeng, banyak orang memburunya, bahkan tidak sedikit yang merelakan waktunya berjam-jam, bahkan berhari-hari untuk dapat bertemu dengannya, walau hanya sekedar bersalaman. Tamunya berdatangan dari berbagai golongan, mulai dari tukang becak, santri, politikus, pejabat sampai jenderal. Dari yang muslim sampai yang non muslim. Mereka percaya bertemu dengan Gus Mik akan membawa berkah tersendiri. Mereka kebanyakan datang untuk minta nasihat tentang berbagai persoalan hidup.Meski dikenal sebagai seorang Kyai, Gus Miek sangat rendah hati. “Saya ini bukan kiai, bukan ulama. Saya adalah orang yang dipaksakan untuk dipanggil kiai. Saya cuma ingin benar dan tak ingin terlalu banyak salah,” katanya. 

Gus Miek juga tak segan-segan membantu orang yang dalam kesusahan. Bisa dimaklumi jika tamunya berjubel. Beliau mengaku tak kuasa menolak tamu, yang minta doa untuk menyelesaikan berbagai masalah, mulai dari bisnis sampai soal perjodohan.Selain rendah hati, sesungguhnya Beliau adalah orang yang sangat sederhana. 
Ketika berada di Surabaya Gus Miek lebih suka tidur beralaskan kertas koran di rumah Pak Syafii, kawasan Masjid Ampel, salah seorang sahabatnya. Kadang-kadang tidur di kursi plastik jebol ditemani sebuah teko kuningan berisi teh kental tak lupa sebuah asbak pebuh puntung rokok kretek. Karena Beliau memang perokok berat.

Disuatu kesempata Gus Mik dhawuh "Kita jangan sekali-kali sok suci atau super bersih. Sebab di bumi ini ada dua penampilan.""Pertama, penampilan sebagai manusia satu-satunya di bumi yang paling top, paling sukses, paling suci, paling bersih."
"Kedua, sebaliknya, sebagai manusia penghuni bumi yang bukan apa-apa. SAYA HANYALAH SAYA. Insyaallah kalau dalam jiwa kita sudah tertanam perasaan sebagai hamba Allah, akan tertanam pula rasa dosa, rasa salah, rasa kekurangan, sehingga keinginan untuk mohon pengampunan kepada Allah akan lebih besar dan meningkat, dan itu ternyata sulit."

"Termasuk saya sendiri, yang ngomong belum tentu bisa apa-apa,”

illaruhi kagem Gus Miek Biridlolillah Afatekhah....amin

ditulis Ulang oleh Pak Rt
sumber berbagai sumber

#Islam, #BeritaIslami, #Sunnah, #Qur'anHadist, #Tuntunan 
#Islamnusantara, #PIN, #BelaIslam, #Aqidah, # ASWAJA
Blog ini mengenai syiar ISLAM ala NUSANTARA, yang menjunjung adab ketimuran, sekaligus sebagai gambaran kecintaan terhadap kyai, habaib, dan NKRI
Cucilah Kemaluan dengan Benar, atau Siksa Kubur Menanti !!

CARA MENCUCI KEMALUAN DENGAN BENAR...



Assalamu'alaikum wahai para sahabat~

Seringkali kita merasa telah mencuci kemaluan kita dengan bersih dan benar. Bersih belum berarti benar. Hal ini penting agar amal ibadah kita diterima.

Banyak orang merasa ibadah mereka bagus, tetapi sebenarnya masih tidak terlepas dari ancaman azab api neraka hanya karena tidak benar dalam mencuci kemaluannya.

As Sayyidina Abu Bakar R.A. pernah hendak menyolatkan mayat seorang lelaki, tetapi tiba2 tersentak dengan suatu benda bergerak-gerak dari dalam kain kafan lelaki itu. Lalu disuruhnya seseorang untuk membukanya. Alangkah terkejutnya ada seekor ular sedang melilit kepala kemaluan mayat lelaki itu.

Khalifah Abu Bakar mencabut pedang lalu menghampiri ular tadi untuk membunuhnya. Tetapi ular itu tiba2 berkata:

”Apakah salahku? Karena aku diutus oleh Allah untuk menjalankan tugas yang diperintahkan”

Setelah diselidiki amalan lelaki itu semasa hayatnya, ternyata dia merupakan orang yang menyepelekan dalam hal menyucikan kemaluannya setelah selesai membuang air kecil.

Jadi sebenarnya bagaimana cara membersihkan kemaluan kita dengan benar?

Lelaki dan wanita berbeda caranya. Bukan dibasuh sekadarnya dengan air dan asalkan bersih.

LELAKI:

Selepas membuang air kecil, disunnahkan berdehem tiga kali supaya air kencing betul-betul sudah habis keluar.

Setelah itu urutlah kemaluan dari pangkal ke ujung beberapa kali dengan menggunakan tangan kiri, sehingga tiada lagi air kencing yang tertinggal dalam saluran.
Kemudian basuhlah dgn air sampai bersih.

WANITA:

Apabila membasuh kemaluannya, hendaklah ia berdehem dan pastikan dicuci bagian dalamnya dengan memasukkan sedikit jari tengah tangan kiri dan diputar-putarkan sewaktu disiram air bersih.

Bukan dengan hanya menyiram air semata-mata, karena hanya dengan menyiram air saja tidak dapat membersihkan bagian dalam kemaluan wanita secara sempurna.

SANGAT PENTING

Begitu juga sewaktu akan membasuh air besar (berak), jari-jari tangan kiri yang akan dipakai membersihkan sebaiknya diolesi dengan sabun, terutama bagian kukunya. Kemudian sangat penting juga untuk memasukkan satu jari ke dalam dubur. Putarkan beberapa kali supaya najis keluar dari dinding dubur, sambil siram dgn air hingga terasa najis benar2 telah hilang dan bersih.

Sudah benar atau tidak kah cara membersihkan kemaluan kita selama ini? Kalau belum benar, mari bersama2 kita betulkan supaya diri kita bersih dengan cara yang benar. Karena telah dijanjikan neraka bagi mereka yg tidak istibro' (menyucikan diri dengan sempurna baik hadas kecil/ hadas besar).

Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yg mengamalkan, maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala", aamiin 3x YRA...

Jangan Lupa..SHARE... ilmu yang bermanfaat perlu kita amalkan bersama ... Wallahu a'lam...

Catatan:
1. Tidak ada kata malu dalam urusan menyampaikan kebenaran Agama.

2. Jangan beranggapan ilmu fiqih itu jorok, karena fiqih itu menjelaskan sedetail2 nya.

Semoga yg berkomentar Aamiin di status ini rezekinya melimpah ruah, Dan keluarga nya bahagia , Dan bisa masuk Surga melalui pintu mana saja. Aamiin ya Rabbal'alamiin....

ditulis Ulang oleh Pak Rt

#Islam, #BeritaIslami, #Sunnah, #Qur'anHadist, #Tuntunan
#Islamnusantara, #PIN, #BelaIslam, #Aqidah, # ASWAJA
Blog ini mengenai syiar ISLAM ala NUSANTARA, yang menjunjung adab ketimuran, sekaligus sebagai gambaran kecintaan terhadap kyai, habaib, dan NKRI
Umat Islam Terpecah Menjadi 73 Firqoh, dan 1 Firqah Yang Selamat Yaitu Ahlussunnah Wal Jamaah
Oleh:
Asy-Syaikh As-Sayyid Shohibul Faroji Azmatkhan Al-Hafizh
(Syekh Mufti Kesultanan Palembang Darussalam)




Assalamu'alaikum wahai para sahabat~

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلّيٰ الله عَلَيْهِ وَسلَّمْ  : وَالذِّي نَفْسِيْ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَتَفْتَرِقُ اُمَّتِيْ عَليٰ ثَلَثٍ وَسبْعِيْنَ فِرْقَةً فَوَاحِدَةٌ فِيْ الْجَنَّةِ وَثِنْتَانِ وَسَبْعُوْنَ فِيْ النَّارِ قِيْلَ  :  مَنْ هُمْ يَارَسُوْلَ اللهِ ، قَالَ : اَهْلُ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ        ( رواه الطبرَني )
Artinya : Rosululloh saw bersabda : demi Tuhan yang menguasai jiwa Muhammad, sungguh umatku nanti akan pecah menjadi 73 golongan, satu golongan masuk surga dan yang 72 golongan akan masuk neraka, seorang sahabat bertanya “ siapakah mereka yang masuk surga itu, ya Rosulalloh ? “ Rosul menjawab “ Mereka itu adalah Ahlus Sunnah wal Jama’ah “ ( H. R. Imam Thobroni ).

Hadits tersebut menyatakan bahwa umat Islam akan terpecah menjadi 73 golongan. Semua akan masuk neraka kecuali satu golongan, yakni golongan yang mengikuti jejak langkah Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya ( Ahlu as-Sunnah wa al-Jama’ah ). Apakah Hadits tersebut dapat dipertanggungjawabkan ke-shahih-annya?…Memang ada banyak hadits yang menjelaskan tentang hal ini. Semuanya menggunakan redaksi yang berbeda.

Di antaranya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi:
عَنْ عَبْدِاللهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ ، قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص.م. اِنَّ بَنِيْ  اِسْرَائِيْلَ تَفَرَّقَتْ عَليٰ ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ مِلَّةً وَتَفْتَرَقَتْ اُمَّتِيْ عَليٰ ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ مِلَّةً كُلُّهُمْ فِيْ النَّارِ اِلاَّ مِلَّةً وَاحِيْدَةً قَالُوْا وَمَنْ هِيَ يَا رَسُوْلَ اللهِ ؟ قَالَ مَا اَنَا عَليْهِ وَاَصْحَبِيْ
“Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya kaum Bani Israil telah terpecah menjadi tujuh puluh dua golongan. Dan umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Semuanya akan masuk neraka, kecuali satu golongan”. Lalu sahabat bertanya, “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?” Nabi SAW menjawab, “(Golongan itu adalah orang-orang yang berpegangan pada) semua perbuatan yang telah aku lakukan, serta semua perbuatan yang dikerjakan oleh sahabat-sahabatku,” (Sunan al-Tirmidzi, 2565)

Mayoritas ulama menyatakan bahwa hadits ini dapat dijadikan pegangan, karena diriwayatkan oleh banyak sahabat Nabi Muhammad SAW. Seorang ahli Hadits, Syaikh Muhammad bin Ja’far al-Hasani al-Kattani mengatakan:
“Hadits yang menjelaskan sabda Nabi SAW tentang umatnya yang akan menjadi tujuh puluh tiga golongan, satu di surga dan tujuh puluh dua masuk neraka, diriwayatkan dari hadits amiril mu’min ‘Ali bin Abi Thalib RA, Sa’ad bin Abi Waqqash, Ibnu ‘Umar, Abi al-Darda, muawwiyah, Ibnu ‘Abbas, Jabir, Abi Umamah, Watsilah, ‘Awf bin Malik dan Amr bin Awf al-Muzanni. Mereka semua meriwayatkan bahwa satu golongan yang akan masuk surga, yakni al-jama’ah.” (Nazh al-Mutanatsir min al-Hadits al-Mutawattir, 58. dikutip dari Syarh Aqidah al-Saffarini).

Hadits tentang sejumlah 73 golongan yang terpecah dalam Islam

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda :
“Orang-orang Yahudi terpecah kedalam 71 atau 72 golongan, demikian juga orang-orang Nasrani, dan umatku akan terbagi kedalam 73 golongan.” HR. Sunan Abu Daud.

Dalam sebuah kesempatan, Muawiyah bin Abu Sofyan berdiri dan memberikan khutbah dan dalam khutbahnya diriwayatkan bahwa dia berkata, “Rasulullah SAW bangkit dan memberikan khutbah, dalam khutbahnya beliau berkata, 'Millah ini akan terbagi ke dalam 73 golongan, seluruhnya akan masuk neraka, (hanya) satu yang masuk surga, mereka itu Al-Jamaa’ah, Al-Jamaa’ah. Dan dari kalangan umatku akan ada golongan yang mengikuti hawa nafsunya, seperti anjing mengikuti tuannya, sampai hawa nafsunya itu tidak menyisakan anggota tubuh, daging, urat nadi (pembuluh darah) maupun tulang kecuali semua mengikuti hawa nafsunya.” HR. Sunan Abu Daud.

Dari Auf bin Malik, dia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda:"Yahudi telah berpecah menjadi 71 golongan, satu golongan di surga dan 70 golongan di neraka. Dan Nashara telah berpecah belah menjadi 72 golongan, 71 golongan di neraka dan satu di surga. Dan demi Allah yang jiwa Muhammad ada dalam tangan-Nya umatku ini pasti akan berpecah belah menjadi 73 golongan, satu golongan di surga dan 72 golongan di neraka." Lalu beliau ditanya: "Wahai Rasulullah siapakah mereka ?" Beliau menjawab: "Al Jamaah." HR Sunan Ibnu Majah.

Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Orang-orang Bani Israil akan terpecah menjadi 71 golongan dan umatku akan terpecah kedalam 73 golongan, seluruhnya akan masuk neraka, kecuali satu, yaitu Al-Jamaa’ah.” HR. Sunan Ibnu Majah.

“Bahwasannya bani Israel telah berfirqah sebanyak 72 firqah dan akan berfirqah umatku sebanyak 73 firqah, semuanya akan masuk Neraka kecuali satu.”  Sahabat-sahabat yang mendengar ucapan ini bertanya: “Siapakah yang satu itu Ya Rasulullah?”  Nabi menjawab: ” Yang satu itu ialah orang yang berpegang sebagai peganganku dan pegangan sahabat-sahabatku.” HR Imam Tirmizi.

Abdullah Ibnu Amru meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Umatku akan menyerupai Bani Israil selangkah demi selangkah. Bahkan jika seseorang dari mereka menyetubuhi ibunya secara terang-terangan, seseorang dari umatku juga akan mengikutinya. Kaum Bani Israil terpecah menjadi 72 golongan. Umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, seluruhnya akan masuk neraka, hanya satu yang masuk surga.” Kami (para shahabat) bertanya, “Yang mana yang selamat ?” Rasulullah Saw menjawab, “ Yang mengikutiku dan para sahabatku.” HR Imam Tirmizi.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw bersabda:  “Orang-orang Yahudi terbagi dalam 71 golongan atau 72 golongan dan Nasrani pun demikian. Umatku akan terpecah menjadi 73 golongan.” HR Imam Tirmizi.

Diriwayatkan oleh Imam Thabrani, ”Demi Tuhan yang memegang jiwa Muhammad di tangan-Nya, akan berpecah umatku sebanyak 73 firqah, yang satu masuk Syurga dan yang lain masuk Neraka.” Bertanya para Sahabat: “Siapakah (yang tidak masuk Neraka) itu Ya Rasulullah?” Nabi menjawab: “Ahlussunnah wal Jamaah.” (HR ath-Thabarani)

Mu’awiyah Ibnu Abu Sofyan meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda :  “Ahlul kitab (Yahudi dan Nasrani) dalam masalah agamanya terbagi menjadi 72 golongan dan dari umat ini (Islam) akan terbagi menjadi 73 golongan, seluruhnya masuk neraka, satu golongan yang akan masuk surga, mereka itu Al-Jamaa’ah, Al-Jamaa’ah. Dan akan ada dari umatku yang mengikuti hawa nasfsunya seperti anjing mengikuti tuannya, sampai hawa nafsunya itu tidak menyisakan anggota tubuh, daging, pembuluh darah, maupun tulang kecuali semua mengikuti hawa nafsunya. Wahai orang Arab! Jika kamu tidak bangkit dan mengikuti apa yang dibawa Nabimu…”HR.Musnad Imam Ahmad.

Berdasarkan beberapa hadist yang saling menguatkan dengan pertimbangan ini, sudah selayaknya kalau kita meyakini bahwa Hadits tersebut memang shahih, sehingga dapat dijadikan pedoman.
Sebagian Ulama memang menpertanyakan kesahihan hadis tersebut. Namun mengingat banyaknya riwayat, para ulama menetapkan sahihnya hadis tersebut. Kemudian dalam hadis lain, Nabi telah menyebutkan secara eksplisit, golongan-golongan yang sesat, seperti kelompok qadariyah yang primitif.

Pada awalnya golongan yang sesat tersebut terdiri dari 6 kelompok kemudian dari 6 kelompok masing - masing terbagi dan berkembang menjadi 12 golongan sehingga menjadi 72 golongan yang sesat....6 kelompok tersebut adalah : 1. Al Haruriyah....2. Al Qadariyah....3. Al Jahmiyah....4. Al Murji'ah....5. Ar Rafidhah....6. Al Jabariyah.

I. Kelompok Al Haruriyah terbagi menjadi 12 golongan dan ciri - ciri mereka  :

    Al Azraqiyah : Mereka berkata bahwa kami tidak mengenal seorangpun yang kami anggap sebagai orang mukmin. Mereka mengkafirkan semua orang mukmin kecuali orang yang mau menerima ucapan ( pendapat ) mereka.
    Al Abadhiyah : Mereka berkatasiapa yang menerima pendapat kami maka dia beriman sedangkan yang berpaling dan mengingkari pendapat kami adalah munafiq.
    Ats Tsa'labiyah : Mereka berkata bahwa sesungguhnya Allah tidak menetapkan dan juga tidak tidak mentakdirkan segala sesuatu.
    Al Khazimiyah : Mereka berkata bahwa kami tidak mengenal apa itu iman dan akhlaq. Semua orang kami anggap salah.
    Al Khalfiyah : Mereka menganggap bahwa orang yang tidak melakukan jihad baik laki - laki maupun perempuan berarti dia telah kafir.
    Al Kuziayah : Mereka berkata bahwa seseorang tidak boleh menyentuh orang lain karena dia tidak tahu apakah orang lain itu suci atau najis.
    Al Kanziyah : Mereka berkata bahwa seseorang hendaknya tidak memberikan hartanya kepada orang lain karena bisa jadi orang itu sebenarnya tidak berhak. Akan tetapi hendaknya hartanya disimpan ditimbun di dalam tanah hingga ditemukan oleh orang yang benar dan berhak memilikinya.
    Asy Syamrakhiyah : Mereka berkata bahwa tidak masalah jika menyentuh wanita walaupun bukan mahram karena mereka baunya wangi.
    Al Akhnasiyah : Mereka berkata bahwa orang yang meninggal tidak diikuti oleh kebaikan dan keburukan apapun setelah kematiannya.
    Al Hukmiyah : Mereka berkata bahwa siapa saja yang meminta keputusan fatwa hukum kepada makhluq maka berarti dia kafir.
    Al Mu'tazilah : Mereka berkata bahwa kelompok Ali bin Abi Thalib dan Mu'awiyah bagi kami sama ( Perang Siffin ), jadi kami memilih untuk terlepas dari kedua kelompok tersebut dengan tidak mengakuinya.
    Al Maimuniyah : Mereka berkata bahwa tidak ada kepemimpinan melainkan dengan pemimpin ( imam ) dari orang - orang yang kami cintai.

II. Kelompok Al Qadariyah terbagi menjadi 12 golongan dan ciri - ciri mereka   :

    Ahmariyah : Mereka beranggapan bahwa syarat keadilan dari Allah adalah dengan cara menguasai dan menghalangi dengan kemaksiatan.
    Tsanawiyah : Mereka menyatakan bahwa kebaikan itu dari Allah dan keburukan berasal dari syetan.
    Mu'tazilah : Mereka mengatakan bahwa Al Qur'an adalah makhluq dan mengingkari sifat rububiyah Allah.
    Kaisaniyah : Mereka yang mengatakan bahwa tidak mengetahui apakah perbuatan - perbuatan ini berasal dari Allah atau berasal dari hamba dan tidak mengetahui apakah manusia mendapatkan pahala atau sebaliknya akan memperoleh hukuman.
    Syaithaniyah : Mereka yang mengatakan bahwa Allah tidak menciptakan syetan.
    Syarikiyah : Mereka yang mengatakan bahwa keburukan semuanya telah ditakdirkan kecuali kekufuran.
    Wahmiyah : Mereka yang mengatakan bahwa perbuatan dan ucapan tidak berbentuk dzat dan demikian pula dengan kebaikan dan keburukan juga tidak memiliki dzat.
    Zabriyah : Mereka berkata bahwa Seluruh kitab suci yang diturnkan Allah maka mengamalkannya adalah suatu perbuatan yang benar baik yang nasikh maupun mansukh.
    Mas'adiyah : Merekan menganggap bahwa orang yang berbuat maksiat kemudian bertaubat maka taubatnya tetap tidak diterima.
    Nakitsiyah : Mereka beranggapan bahwa orang yang melanggar pembaitan Rasulullah maka dia tidak berdosa.
    Qasithiyah : Mereka mengikuti Ibrahim bin Nizam dengan perkataan bahwa siapa saja yang menganggap Allah adalah sesuatu maka berarti dia telah kafir.
    Qashriyah : Mereka yang mengubah jumlah rakaat shalat fardhu yang 4 rakaat menjadi 2 rakaat saja.

III. Kelompok Jahmiyah terbagi menjadi 12 golongan dan ciri - ciri mereka :

    Mu'athalah : Mereka beranggapan bahwa setiap yang terbersit dalam bayangan ( dugaan ) seseorang maka ia adalah makhluq dan seseorang yang menganggap bahwa Allah dapat dilihat adalah kafir.
    Marisiyah : Mereka yang mengatakan bahwa kebanyakan sifat - sifat Allah adalah makhluq.
    Multaziqah : Mereka menegaskan bahwa Allah berada di segala tempat.
    Waridiyah : Mereka yang mengatakan bahwa tidak akan masuk neraka orang yang mengenal Tuhannya dan siapa saja yang masuk ke dalam neraka maka dia tidak akan dapat keluar darinya selamanya.
    Zanadiqah : Mereka berkata bahwa tidak seorangpun yang dapat menetapkan bahwa dirinya ada yang memiliki karena penetapan itu tidak dapat dilakukan kecuali setelah diketahui oleh panca indera. Sesuatu yang tidak diketahui oleh panca indera maka tidak dapat ditetapkan.
    Harqiyah : Mereka beranggapan bahwa orang yang kafir akan dibakar oleh api neraka sekali dan kemudian dia akan terus dalam keadaan terbakar selamanya.
    Makhluqiyah : Mereka menganggap bahwa Al Qur'an adalah makhluq.
    Faniyah : Mereka menganggap bahwa syurga dan neraka itu fana dan mereka beranggapan bahwa syurga dan neraka itu belum diciptakan.
    Abadiyah : Mereka yang mengingkari para rasul. Mereka mengatakan bahwa mereka hanyalah para hakim atau penguasa.
    Waqifiyah : Mereka mengatakan bahwa kami tidak tahu bahwa Al Qur'an itu makhluq atau bukan makhluq.
    Qabriyah : Mereka mengingkari adzab kubur dan syafaat.
    Lafzhiyah : Mereka mengatakan bahwa lafazh kami dalam mengucapkan Al Qur'an adalah makhluq.

IV. Kelompok Murji'ah terbagi menjadi 12 golongan dan ciri - ciri mereka :

    Tarikiyah : Merka mengatakan bahwa Allah tidak mewajibkan kepada makhluq Nya kecuali beriman kepada Nya. Siapa saja yang beriman maka Dia akan melakukan dan menetapkan sesuai dengan kehendak Nya.
    Saibiyah : Mereka yang mengatakan bahwa sesungguhnya Allah membebaskan kepada makhluq Nya untuk melakukan apa yang mereka inginkan.
    Raj'iyah : Mereka yang mengatakan bahwa orang yang taat maka tidak dapat disebut sebagai orang yang taat dan orang yang suka bermaksiat tidak dapat disebut sebagai ahli maksiat karena kami tidak mengetahui kedudukannya disisi Allah.
    Salibiyah : Mereka berkata bahwa ketaatan bukan bagian dari keimanan.
    Bahisyiyah : Mereka berkata bahwa keimanan itu adalah ilmu dan siapa saja yang tidak mengetahui mana yang benar dan mana yang batil, mana yang halal dan mana yang haram maka berarti dia kafir.
    Amaliyah : Mereka mengatakan bahwa keimanan adalah amal perbuatan.
    Manqushiyah : Mereka mengatakan bahwa keimanan itu tidak bertambah dan tidak berkurang.
    Mustatsniyah : Mereka mengatakan bahwa pengecualian adalah bagian dari iman.
    Musyabbahah : Mereka mengatakan bahwa penglihatan ( mata ), pendengaran ( telinga ), tangan, kaki adalah sama dengan apa yang diketahui makhluq sebagaimana lazimnya.
    Hasyawiyah : Mereka berkata bahwa hukum hadits - hadits adalah satu. Bagi mereka meninggalkan sunnah berarti sama saja telah meninggalkan yang wajib.
    Zhahriyah : Mereka yang menafikan dan mengingkari qiyas atau majaz.
    Bada'iyah : Mereka yang pertama kali menciptakan hal - hal bid'ah pada umat ini yang suka menambahkan sesuatu yang baru yang tidak selaras dengan Al Qur'an dan Hadits.

V. Kelompok Rafidhah terbagi menjadi 12 golongan dan ciri - ciri mereka :

    Alawiyah : Mereka mengatakan bahwa risalah kenabian sebenarnya ditujukan kepada Ali dan Jibril telah melakukan kesalahan.
    Amiriyah : Mereka mengatakan bahwa sesungguhnya Ali adalah rekan Nabi Muhammad dalam hal kenabian.
    Syiah : Mereka mengatakan bahwa Ali adalah penerima wasiat sebagai pengganti Rasulullah setelah belaiau wafat. Umat Islam yang membaiat kepemimpinan ( khilafah ) setelah Rasulullah kepada selain Ali berarti dia telah kafir.
    Ishaqiyah : Mereka mengatakan bahwa kenabian itu tidak berakhir dan akan terus bersambung hingga hari kiamat. Oleh karena itu setiap orang yang memiliki ilmu tentang ahlul bait maka berarti dia seorang nabi.
    Nawusiyah : Mereka yang mengatakan bahwa Ali adalah umat terbaik. Siapa saja yang lebih mengistimewakanyang lainnya maka berarti dia telah kafir.
    Imamiyah : Mereka mengatakan bahwa dunia ini tidak mungkin tanpa seorang pemimpin yang berasal dari keturunan Husein. Dan seorang imam diajarkan langsung oleh malaikat Jibril. Jika seorang imam wafat maka kedudukannya digantikan oleh yang lainnya.
    Zaidiyah : Mereka mengatakan bahwa anak keturunan Husein seluruhnya adalah pemimpin ( imam ) dalam shalat. Oleh karenanya jika mendapatkan salah seorang dari keturunan Husein maka keturunan Husein tidak boleh melakukan shalat di belakang orang lain.
    Abbasiyah : Mereka yang menganggap bahwa Abbas adalah orang yang paling berhak memimpin kekhilafahan Islam daripada yang lainnya.
    Tanasukhiyah : Mereka mengatakan bahwa ruh - ruh manusia dapat ber reinkarnasi. Oleh karena itu jika orang itu baik maka ruh nya akan keluar dan masuk ke dalam tubuh makhluq yang membuatnya dapat berbahagia dalam kehidupannya.
    Raj'iyyah : Mereka menganggap bahwa Ali dan sahabat - sahabatnya akan kembali ke dunia dan akan membalas dendam kepada musuh - musuh mereka.
    La'inah : Mereka yang melaknat Abu Bakar, Umar, Ustman, Thalhah, Zubair, Mu'awiyah, Abu Musa, Aisyah dan yang lainnya.
    Mutarabbishah : Mereka yang berpenampilan dengan mengenakan pakaian seperti ahli ibadah. Setiap tahun mereka mengangkat seseorang yang menjadi tempat sandaran mereka dalam setiap urusan mereka ( amir / mursyid ). Jika orang itu wafat akan digantikan dan diserahkan kedudukannya kepada yang lainnya.

VI. Kelompok Jabariyah terbagi menjadi 12 golongan dan ciri - ciri mereka :

    Mudhtharibah : Mereka yang mengatakan bahwa manusia sebenarnya tidak dapat berbuat apa - apa akan tetapi Allah lah yang melakukan segala sesuatu untuknya.
    Af'aliyah : Mereka yang mengatakan bahwa kita dapat melakukan sesuatu akan tetapi pada hakekatnya kita tidak memiliki kemampuan. Kita seperti hewan yang diikat.
    Mafrughiyah : Mereka yang mengatakan bahwa segala sesuatu sudah diciptakan dan sekarang tidak ada sesuatupun yang baru diciptakan.
    Nujariyah : Mereka mengatakan bahwa Allah akan memberikan adzab kepada manusia atas perbuatannya bukan atas perbuatan orang lain.
    Mananiyah : Mereka mengatakan bahwa kamu wajib melakukan sesuatu yang terbersit dalam hatimu. Maka laksanakanlah jika yang terdetik itu merupakan kebaikan.
    Kasbiyah : Mereka mengatakan bahwa seorang hamba tidak dapat mengusahakan pahala dan hukuman.
    Sabiqiyah : Mereka mengatakan bahwa siapa saja yang berkeinginan maka lakukanlah keinginan itu. Siapa saja yang tidak mau melakukannya maka janganlah melakukannya. Sesungguhnya orang yang bahagia ( ahli syurga ) tidak akan bermanfaat kebaikannya.
    Habbiyah : Mereka mengatakan bahwa siapa saja yang meminum gelas kecintaan kepada Allah maka gugurlah kewajibannya dalam beribadah melaksanakan rukun - rukun agama yang telah ditetapkan.
    Khufiyah : Mereka mengatakan bahwa siapa saja yang mencintai Allah maka dia tidak akan memiliki kemampuan untuk takut kepada Nya. Karena seorang kekasih tidak akan takut kepada kekasihnya.
    Fikriyah : Mereka mengatakan bahwa siapa saja yang keilmuannya bertambah maka gugurlah kewajiban ibadah baginya sesuai dengan tingkat keilmuannya.
    Khasyabiyah : Mereka mengatakan bahwa dunia ini bagi para hamba adalah sama, tidak ada keistimewaan bagi sebagian dari mereka tanpa sebagian yang lain sesuai yang diwariskan oleh nenek moyang mereka.
    Maniyah : Mereka mengatakan bahwa dari kita suatu perbuatan dilakukan dan kita memiliki kemampuan untuk melakukannya.

Sumber : [ Al Milal wa An Nihal, Asy Syahrustani dan I'tiqad Firaq Al Muslimin wal Musyrikin,Fakhruddin Ar Razi ]

Dalam menafsirkan hadis tersebut para ulama berpendapat, bahwa yang dimaksud kelompok sesat, bukanlah kelompok-kelompok Islam yang muncul karena perbedaan masalah fiqh. Namun yang dimaksud kelompok sesat, adalah kelompok yang memang telah keluar dari ajaran-ajaran pokok Islam. Seperti kelompok yang mengingkari rukun-rukun Islam dan Iman. Jadi kelompok yang mengamalkan rukun Islam dan mempercayai rukun-rukun iman, mereka ini termasuk kelompok yang selamat. Adapun kelompok-kelompok Islam yang ada sekarang ini, kita juga harus melihatnya melalui kacamata di atas. JIka penyimpangan yang terjadi sesuai dengan kriteria diatas, maka aliran tersebut masuk dalam Firqah/golongan tersebut diatas. Sejauh mereka mengamalkan syariat Islam serta berakidah dengan aqidah yang islami, maka kita tidak boleh memberinya cap sebagai kelompok yang sesat.

Berikut ini beberapa etika bila menemukan beda pendapat antar kelompok:

    Memulai dengan "husnuzzan" (prasangka baik) terhadap sesama muslim.
    Menghargai pendapat kelompok lain sejauh pendapat tersebut mempunyai dalil.
    Tidak memaksakan kehendak bahwa kelompoknyalah yang paling benar, karena pendapat lain juga mempunyai kemungkinan benar yang seimbang, sejauh dalam diskursus syariah.
    Mengakui adanya perbedaan dalam masalah furu'iyah (cabang-cabang ajaran) dan tidak membesar-besarkannya.
    Tidak mengkafirkan orang yang telah mengucapkan "Laailaaha illallah".
    Mengkaji perbedaan secara ilmiyah dengan mengupas dalil-dalilnya.
    Tidak beranggapan bahwa kebenaran hanya satu dalam masalah-masalah furu'iyah (cabang-cabang ajaran), karena ragamnya dalil, di samping kemampuan akal yang berbeda-beda dalam menafsiri dalil-dalil tsb.
    Terbuka dalam menyikapi perbedaan, dengan melihat perbedaan sebagai hal yang positif dalam agama karena memperkaya khazanah dan fleksibillitas agama. Tidak cenderung menyalahkan dan menuduh sesat ajaran yang tidak kita kenal. Justru karena belum kenal, sebaiknya kita pelajari dulu latar belakang dan inti ajarannya.

AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH

Jika dilihat dari segi bahasa, Ahlu as-Sunnah wa al-Jama’ah terdiri dari tiga kata :
1.       Ahlun  (اَهْلٌ ) artinya golongan, keluarga atau orang yang mempunyai atau orang yang menguasai, misalnya :
-          اَهْلُ الْبَيْتِ  Artinya : Keluarga atau kaum kerabat
-          اَهْلُ اْلاَمْرِ Artinya Orang yang mempunyai urusan atau penguasa
2.      As-Sunnah (اَلسُّنَّةِ ) artinya meliputi : perkataan, perbuatan, ketetapan.
Secara istilah yang dimaksud adalah apa yang datang dari Rosululloh saw. yang meliputi perkataan ( sabda Nabi ), perbuatan Nabi ( af’al ) dan ketetapan Nabi (taqrir).
3.      al-Jama’ah (اَلْجَمَاعَةِ ) artinya kumpulan atau kelompok.
Secara Istilah yang dimaksud Jama’ah adalah para sahabat Rosululloh saw. terutama adalah khulafa’ur rosyidin yaitu  Khalifah  : Abu Bakar as-Shidiq ra., Umar bin Khottob ra., Utsman bin ‘Affan ra., dan Ali bin Abi Tholib ra.
Arti  Ahlu as-Sunnah wal-Jama’ah ( Ahlus Sunnah wal-Jama’ah ) secara Istilah adalah :
Kaum atau golongan yang menganut/mengikuti serta mengamalkan ajaran agama Islam yang murni sesuai yang diajarkan dan diamalkan oleh Rosululloh saw dan para sahabatnya.
Menurut Muhammad bin Muhammad bin al-Husaini az-Zabidi dalam kitabnya berjudul Ithafus Sadah al-Muttaqin ( Sarah kitab Ihya Ulumiddin karya Imam Ghozali ) mengatakan : Yang dikatakan  Ahlu as-Sunnah wal-Jama’ah ( Ahlus Sunnah wal-Jama’ah ) adalah :

اِذَا اُطْلِقَ اَهْلُ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ فَالْمُرَادُ بِهِ اَلاَشَاعِرَةُ وَالْمَاتُرِدِيَّةُ
Artinya adalah : Apabila di sebut Ahlu as-Sunnah wal-Jama’ah ( Ahlus Sunnah wal-Jama’ah ) maka maksudnya adalah orang-orang yang mengikuti paham Imam Al-Asy’ari dan Imam al-Maturidi.

Sumber :
1. Kitabul Asma’ Wal Shifaat, karangan Imam Abu Manshur Abdul Qahir bin Thaher al Baghdadi.
2. Kitabussunnah, karangan Imam Abdul Qasim Hibbatullah bin Hasan at Thabarai Allakai
3. Kitab Tadzkiratul Qusyaairiyah, karangan Imam Abdul Karim al Qusyairi
4. Kitab al Madkhalul Ausath ila ilmil Kalam, karangan Imam Abu Bakar Muhammad bin Hasan bin Faurak
5. Kitab al Iqdus Shafi, karangan Imam Abdul Qasim Abdurrahman bin Abdus Shamad Al Iskafi an Nisaburi
6. Kitab Umdtul ‘Aqaid wal Fawaid karangan Imam Yusuf bin Dzu Nas Al Fandlai al Maliki
7. I’itiqad Ahlussunnah wal jama’ah, karangan Abu Muhammad Abdullah bin Yusuf al Juwaini
8. I’itiqad Ahlussunnah wal jama’ah, karangan Imam Abdul Qasim Abdul Karim dan Hazin Al Qusyairi
9. Lam’ul Adillah fi Qawaid ‘Aqaid Ahlussunnah, karangan Imamul Haramain
10. Kitab Syarhil Kubra, karangan Abu Abdillah Muhammad bin Yusuf as Sanusi
11. Hidayatul Murid syarah Jauhartut Tauhid, karangan Burhan al Laqani
12. Hasyiah Ummil Barahin, karangan Syihab Ahmad bin Muhammad Alganimi
13. Kitab al Aqidah, karangan Imam Abi Ishak as Sirazi
14. Kitab al Aqidah, karangan ‘Izzuddin bin Abdussalam
15. Kitab Asrarut Tanzil, karangan Fakrur Razi
16. Tabyiin Kizbul Muftari, karangan Ibnu ‘Asakir
17. Ta’wilul Musytabihaat, karangan Syamsuddin Ibnul Luban
18. Ihya Ulumuddin, Qawaidul Aqaid, karangan Imam Ghozali
19. Syarah ‘Aqidah Ibnul Hajib, karaangan As Subki
20. Syarah Tijanuddari, karangan Syeikh Ibrahim Al bajuri
21. ‘Aqidatun Najiin fi Ilmi Usuliddin, karangan Syekh Zainal ‘abidin al Fhatari
22. Tuhfatul Murid syarah Jauhartut Tauhid, karangan Syeikh Ibrahim Al bajuri
23. Kitab sakaki syarah huda-huda, karangan imam Syarqawi
24. Kitab al ‘Itiqad, karangan imam Baihaqi
25. Kitab Kifayatul ‘Awam. Karangan Syeikh Muhammad al Fadhali
26. Kitab Al Bajuri Pensyarah kitab sanusi, karangan Ibrahim Al bajuri
27. Ummul Baraahim, karya Abu Abdillah Muhammad bin Yusuf As Sanusi
28. Jauhartut Tauhid, karya Burhanuddin Ibrahim bin Harun al Aqani
29. Badul Amali, karya Sirajuddin Ali bin Utsman Al Usyi
30. Al Aqaidun Nasafiyah, karangan Syeikh Namar bin Muhammad An Nasafi
31. Risalah fi Ilmittauhid, karangan Imam Ibrahim Al Bajuri
32. Hushunul Hamidiyah, karangan Hasan Muhammad At Tharabilisi
33. Bahrul Kalam, karangan Abu Mu’in an Nasafi
34. Syarqawi syarah sanusi, karangan Syeikhul Islam as Syarqawi
35. Kitabul Arbain fi ushuliddin, karangan Imam Al Ghazali
36. Fiqih Tradisionalis , KH. Muhyiddin Abdusshomad,
37. Aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah, KH. Sirojuddin Abbas


ditulis oleh
sumber
#Islam, #BeritaIslami, #Sunnah, #Qur'anHadist, #Tuntunan
#Islamnusantara, #PIN, #BelaIslam, #Aqidah, # ASWAJA
Blog ini mengenai syiar ISLAM ala NUSANTARA, yang menjunjung adab ketimuran, sekaligus sebagai gambaran kecintaan terhadap kyai, habaib, dan NKRI

HIZBUT TAHIR, DARI SHIRA’UL FIKRI KE REVOLUSI
Oleh Jarot Doso




Assalamu'alaikum wahai para sahabat~

Minggu pagi yang cerah di Pondok Pesantren Al Muayyad, Kartosuro, Solo. Para santri, lelaki maupun perempuan, tampak segar dan sumringah.  Mereka, yang rata-rata mahasiswa perguruan tinggi di kota Solo itu, dengan tertib memasuki aula pesantren.

Hari itu Al Muayyad memang punya hajat. Bekerja sama dengan Bale Rakyat Aria Bima Sukoharjo –rumah aspirasi anggota DPR RI Aria Bima—, pesantren memfasilitasi kegiatan seminar dan sosialisasi empat pilar kebangsaan, agenda rutin MPR RI.

Seperti acara serupa sebelumnya, biasanya pembicara minimal terdiri tiga unsur. Yakni tuan rumah dan pengasuh pondok, KH Dian Nafi’, yang mewakili unsur NU; anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan Aria Bima; dan saya sendiri yang diminta mewakili unsur Muhammadiyah. Moderator Muchus Budi R dari Detikcom.

Lantaran yang dibahas hanya soal Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, acara pun lancar-lancar saja. Terlebih bagi NU dan Muhammadiyah, empat pilar kebangsaan tersebut memang sudah tak ada masalah lagi. Mereka sudah menerimanya sebagai format final sistem kenegaraan Indonesia.

Seiring hari yang kian terik dan masuk sesi tanya jawab, seorang mahasiwa maju ke depan. Ia lalu berkata lantang: mengecam Pancasila dan NKRI sebagai sistem sekuler, sistem kafir, bla bla bla. Ia juga menguraikan sesatnya demokrasi, sesatnya paham kebangsaan, dan sesatnya hukum yang dibuat oleh manusia, dan seterusnya.

Meski mahasiswa tadi tidak memperkenalkan dirinya dari Hizbut Tahrir atau Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan –ormas mahasiswa Hizbut Tahrir—, namun saya saat itu langsung tanggap, apa yang dia sampaikan adalah mafahim (konsepsi dasar) Hizbut Tahrir.

Mafahim, menurut Hizbut Tahrir, bukanlah sekadar konsep, tetapi konsep yang dimengerti dan diyakini kebenarannya oleh pengucapnya. Semacam tafsir ideologi yang sudah terinternalisasi dalam pikiran dan keyakinan seseorang. Mafahim merupakan turunan dari mabda’ (ideologi) Hizbut Tahrir.

Ketika moderator memintanya menyingkat waktu dan segera mengajukan pertanyaan, si mahasiswa yang mengaku bukan santri setempat ini, terus saja berorasi dan menyatakan ia tak berniat bertanya. Akhirnya moderator terpaksa mematikan mikrofon untuk memotong orasinya, karena dinilai telah keluar dari konteks dan terlalu banyak menyita waktu.

Selesai berbicara, si mahasiswa tadi pergi begitu saja, tanpa merasa perlu mendengar jawaban narasumber maupun audiens acara itu.

SHIRA’UL FIKRI

Apa yang saya uraikan dari kisah nyata di Ponpes Al Muayyad di atas hanyalah untuk mengilustrasikan, begitulah antara lain cara kader Hizbut Tahrir melakukan perang pemikiran (shira’ul fikri).

Perang pemikiran ini menjadi metode diseminasi (penyebaran) ideologi ke tengah publik, baik melalui debat, diskusi, dakwah, agitasi maupun propaganda. Perang pemikiran ini dalam istilah pegiat Ikhwanul Muslimin (PKS, KAMMI) lazim disebut ghazwul fikri.

Seperti ghazwul fikri Ikhwanul Muslimin, shira’ul fikri juga memanfaatkan hampir semua media komunikasi yang ada. Misalnya melalui media cetak Al-Wa’ie (majalah), Al Islam (buletin Jumatan yang dibagikan di masjid-masjid), media online (banyak sekali bertebaran di Internet), seminar untuk umum, diskusi, dan seterusnya.

Hanya saja, menurut saya, perang pemikiran yang dilakukan oleh Hizbut Tahrir lebih militan dan khas. Mereka bukan saja rajin menghadiri undangan sebagai pembicara dari kelompok lain, termasuk dari lawan ideologis sekalipun, tetapi juga suka merecoki acara yang sebetulnya mereka tak diundang, seperti dalam kasus di Ponpes Al Muayyad tadi.

Dalam forum diskusi atau seminar dimana mereka diundang sebagai pembicara resmi, misalnya, kader Hizbut Tahrir juga gemar memanipulasi forum menjadi ajang promosi ideologi. Caranya, dengan mendominasi pembicaraan, sehingga menyita sebagian besar waktu yang tersedia.

Ini berakibat pembicara lain atau audiens hanya memiliki sangat sedikit waktu untuk mendebat atau memberikan pandangan alternatif. Pihak moderator biasanya juga kewalahan dengan gaya bicara kader Hizbut Tahrir seperti ini.

Dalam sebuah diskusi di Masjid Kampus UGM yang saya ikuti misalnya, tokoh Hizbut Tahrir terkemuka Yogyakarta, Shiddiq al-Jawi, dipanel berdua dengan pembicara dari PKS. Meskipun pembicaranya hanya berdua, namun tetap saja Ustadz Siddiq al-Jawi menyita mayoritas waktu dan cuma menyisakan sedikit waktu bagi pembicara lainnya.

Sesi tanya jawab pun hanya menyisakan kesempatan bagi satu atau dua penanya. Tentunya, dalam situasi seperti ini, bukan kesimpulan berimbang yang diperoleh, tetapi cenderung berat sebelah. Yakni semakin tersebarnya gagasan Hizbut Tahrir, yang memang diharapkan oleh mereka, agar semakin banyak mempengaruhi umat Islam.

Di medsos pun aktivitas kader Hizbut Tahrir dalam menyebarkan gagasannya ini sangat produktif . Bisa dibilang, nyaris setiap kader akan memiliki akun medsos bahkan blog, untuk ikut berjuang melakukan jihad pemikiran ini.

Ini bisa dipahami, karena bagi Hizbut Tahrir, perubahan menuju kekhalifahan Islam hanya akan bisa dicapai jika mereka sudah memenangkan perang pemikiran.

Hizbut Tahrir meyakini, setelah berhasil mengubah pemikiran (fikrah) mayoritas umat Islam, barulah mereka dapat menyusun kekuatan untuk melakukan revolusi dan mengambilalih kekuasaan demi mendirikan khilafah Islamiyah (kekhilafahan Islam).

Dalam konteks ini, upaya pengibaran bendera Hizbut Tahrir di tengah upacara Hari Santri di Garut dan kota-kota sekitarnya baru-baru ini, menurut saya, adalah “by design” dan menjadi bagian dari strategi marketing Hizbut Tahrir. Dengan mendesain insiden itu, hasilnya bendera Hizbut Tahrir yang sebelumnya dilarang dikibarkan, tiba-tiba saja sudah menjadi bendera tauhid yang dieluk-elukan ribuan orang.

Aktivitas penyebaran gagasan ke tengah masyarakat ini sesuai tahap perjuangan Hizbut Tahrir yang --setelah Orde Baru ambruk-- mulai menginjak fase “go public” atau berinteraksi dengan umat (marhalah mafa’ul ma’a ummah).

Sementara pada masa rezim Orde Baru yang otoriter, Hizbut Tahrir  fokus melakukan pembinaan dan pengkaderan secara diam-diam (gerakan bawah tanah), untuk membentuk jaringan organisasi (marhalah at-tatsqif).

Setelah jaringan organisasi kuat dan upaya mengubah pola pikir umat secara massif berhasil, Hizbut Tahrir akan menginjak fase terakhir perjuangannya; yaitu fase revolusi atau pengambilalihan kekuasaan secara penuh (marhalah istilaam al-hukm). Jika revolusi ini berhasil, saat itulah NKRI ambruk dan selanjutnya hanya akan menjadi wilayah provinsi daulah khilafah Islamiyah versi Hizbut Tahrir.

Nah, relakah kita jika Indonesia sampai begitu? Pilihannya ada di tangan antum (anda).

Jakarta, 29/10/2018
       Jarot Doso


ditulis ulang oleh Pak Rt

#Islam, #BeritaIslami, #Sunnah, #Qur'anHadist, #Tuntunan
#Islamnusantara, #PIN, #BelaIslam, #Aqidah, # ASWAJA
Blog ini mengenai syiar ISLAM ala NUSANTARA, yang menjunjung adab ketimuran, sekaligus sebagai gambaran kecintaan terhadap kyai, habaib, dan NKRI

SEBUAH TELADAN GUS DUR " Tidak Ingin Kebaikannya Dibicarakan Orang" 




Assalamu'alaikum wahai para sahabat~

KH. Marzuki Mustamar : " Gus Dur Tidak Ingin Kebaikannya Dibicarakan Orang".

Inilah alasan mengapa Gus Dur sering ke gereja dan dekat dengan non-muslim, oleh KH. Marzuki Mustamar.

Tadi malam saat memberikan mau'idloh dlm acara Haul Mbah Ibrohim Asmoroqondi, KH. Marzuki Mustamar berkisah banyak tentang Gus Dur yang tentu layak kita jadikan inspirasi :

Kisah Pertama

Di suatu saat Kyai Mahfud (sahabat dekat Gus Dur) menyampaikan sebuah fakta kepada KH. Marzuki Mustamar tentang alasan Gus Dur dekat dengan para pastur, seperti Romo Mangun.

Gus Dur menyampaikan bahwa "Tujuanku dekat dengan "Si Romo" adalah agar dia menghentikan misi kristenisasinya".

Diketahui bahwa Si Romo ini memang seorang misionaris, yakni biasanya mendatangi desa-desa terpencil dan membagikan sembako disertai nasehat atau ceramah tentang kekristenan. Maka, setelah Gus Dur dekat dengannya tentu sering diajak ke tempat-tempat tersebut dan tentu juga tak mungkin Si Romo melancarkan misinya karena malu kepada Gus Dur.

Kisah Kedua

Gus Dur pernah ditanya oleh Kyai Marzuki sendiri mengapa sering ke gereja, maka jawab beliau : "Apa tidak boleh aku ikut merawat umat yang tercecer ?", Apa kamu kira di gereja tidak ada umat islam yang bekerja di sana ?, Apa salah bila di Gereja aku menyampaikan kebenaran tentang islam, agar mereka mengetahui tentang islam yang sebenarnya, sehingga yang muslim tetap islam dan yang kristen bisa masuk islam ?".

Biasanya Gus Dur juga bertanya dan menasehati para muslim yang bekerja di gereja ; "Kamu masih islam kan ?, kuatkan ke islaman-mu !".

Kisah Ketiga

Pernah diketahui bahwa Gus Dur "terlihat kontras" dengan Mbah Yai Maimun Zubair, Sarang. Namun nyatanya saat Gus Dur wafat yang termasuk jadi imam sholat jenazah adalah beliau. Dan saat peringatan 1000 hari wafatnya Gus Dur, Mbah Yai Maimun Zubair memimpin kegiatan tahlilan dan punya kesempatan menyampaikan fakta yang sungguh mengharukan.

Bahwa ternyata semua adalah rekayasa Gus Dur sendiri agar beliau tidak dibicarakan kebaikannya saat masih hidup, yakni saat Mbah Yai Maimun "mau mantu", Gus Dur bermaksud menawarkan bantuan beberapa puluh juta rupiah kepada MbahYai Maimun dengan catatan ini dirahasiakan dan hanya beliau berdua yang mengetahui, bahkan Gus Dur malah merekayasa agar seakan-akan "ada permusuhan" di antara keduanya.

Maka selanjutnya terjadilah, banyak orang mencibir Gus Dur dan menyebutnya santri yang sudah tidak perhatian dan taat kepada Kyai.

Kisah Keempat

Di sini ada dua kisah yang dialami sendiri oleh KH. Marzuki Mustamar :

Kisah pertama : setelah peringatan 40 hari wafatnya Gus Dur, tiba-tiba ada tamu yang datang ke "ndalem" KH. Marzuki Mustamar dan memberikan sebuah piagam juga beberapa ratus sarung pemberian Gus Dur. Kyai Marzuki Mustamar bertanya : "Kok tidak diberikan saat beliau masih hidup ?", si tamu menjawab: "Karena ini adalah wasiat Gus Dur".

Kenapa piagam dan sarung ?. Diketahui bahwa KH. Marzuki Mustamar telah berhasil menguasai gereja di Malang dengan mengislamkan banyak orang di sana, sehingga gerejanya jadi kosong. Lalu KH. Marzuki Mustamar membeli gereja itu dan menjadikannya madrasah.

Rupanya Gus Dur mendengar hal tersebut dan berinisiatif memberikan "penghargaan" dan sejumlah sarung sebagai bentuk dukungan bagi para mu'allaf. Namun hal ini tidak beliau berikan semasa masih hidup karena tidak ingin kebaikannya dibicarakan banyak orang.

Kisah kedua, yaitu setelah 100 hari peringatan wafatnya Gus Dur, ada tamu lagi yang datang ke "ndalem" KH. Marzuki Mustamar dan menyerahkan tiga koper tas yang setelah dibuka berisi uang Rp 3.000.000.000 (3 miliar). Tamu tersebut menyampaikan pesan bahwa uang tersebut adalah pemberian Gus Dur dan agar dibagikan ke para yatim piatu se-Kabupaten Malang.

Lagi-lagi Gus Dur tidak mau kebaikannya dibicarakan selama masih hidup, maka beliau berwasiat demikian.

Kisah Kelima

Setelah terjadinya "Bom Bali", Gus Dur sangat sedih dan bingung, yakni memikirkan kondisi "keamanan" kaum muslimin di sana, maka atas kecerdasan Ilahy nya Gus Dur mengangkat ketua Hindu Bali sebagai ketua dewan Syuro PKB yang tentu ini ditentang banyak orang termasuk dari kalangan NU, namun beliau tetap pada pendiriannya.

Faktanya, respon masyarakat Hindu kepada Islam tetap baik-baik saja, terutama kepada NU. Kemudian saat KH. Marzuki Mustamar datang ke Bali untuk berceramah, beliau cukup menunjukkan KARTANU (Kartu Anggota NU) kepada aparat kepolisian yang berjaga-jaga dan beliau pun aman dalam berdakwah.

Fakta kedua, dikabarkan bahwa ketua Hindu tersebut akhirnya masuk Islam dan jadi muslim yang taat sampai saat ini.

Kisah Keenam

Sepeninggal Gus Dur, banyak sekali diketemukan bangunan Masjid dan tanah wakaf yang berasal dari pemberian beliau, hingga luar pulau bahkan sampai negara Belanda, maka sebab hal-hal inilah beliau dekat dengan tokoh-tokoh non-muslim hanya demi melancarkan strategi dakwahnya, termasuk meloloskan izin pendirian sebuah Masjid di Belanda yang saat ini ketua ta'mirnya adalah putra ketua Korcab Banser se-Kabupaten Malang.

-----------------------------

Inti Mauidloh Hasanah KH. Marzuki Mustamar :

LEBIH BAIK DIANGGAP BURUK NAMUN KENYATAANNYA BAIK, DARI PADA DIANGGAP BAIK TAPI KENYATAANNYA BURUK.*

Ya Allah, ridloilah Gus Dur, tempatkanlah beliau di tempat terbaik di sisi-Mu, dan jadikanlah kami para pengikutnya senantiasa menetapi islam, iman dan ihsan sesuai haluan Ahlussunah wal Jama'ah, aamiin...

Dalam acara haul Mbah Ibrohim Asmoroqondi, Palang - Tuban.

Lahul Fatihah..

ditulis Ulang Oleh Pak Rt

#Islam, #BeritaIslami, #Sunnah, #Qur'anHadist, #Tuntunan
#Islamnusantara, #PIN, #BelaIslam, #Aqidah, # ASWAJA
Blog ini mengenai syiar ISLAM ala NUSANTARA, yang menjunjung adab ketimuran, sekaligus sebagai gambaran kecintaan terhadap kyai, habaib, dan NKRI

ASYIKNYA MEREKA-REKA FAHAM POLITIK GLOBAL




Assalamu'alaikum wahai para sahabat~

Kekacauan ini berawal dari:

Barat (usa n sekutu) mulai terdesak oleh timur (rusia n sekutu), untuk memenangkan perang (dagang) dingin ini.

(Barat: Amerika, Inggris, Perancis, Uni Eropa, Australi, Saudi, Israel, dll) (Timur: Rusia, Cina, Korut, Iran, sebagian Amerika latin, dll)

Pilihannya adalah Barat akan sekuat tenaga mensuriahkan semua negara muslim agar menjadi amunisi barat untuk melawan timur (rusia-cina).

Agen penjualan barat (untuk menjerat) dunia muslim adalah saudi dengan senjata andalan untuk menakut2i negara muslim lain adalah menggunakan kuota haji.

Kenapa Barat melalui tangan Saudi mulai ikut campur Indonesia? Sebab sekarang indonesia sudah menjadi negara strategis di bawah kepemimpinan Jokowi.

Dan kekhawatiran Barat terhadap negara Indonesia adalah barat sangat kawatir bila Indonesia sebagai negara strategis akan lebih dekat dengan dunia TIMUR (rusia-cina-iran) sehingha mengancam dominasi barat terutama di wilayah asiabtenggara.

Di samping itu, Barat merasa Indonesia sudah mulai tidak bisa diatur lagi seperti pada zaman Sukarno.

Bukti Jokowi dianggap melawan barat adalah kegigihannya mengambil alih aset2 USA seperti freeport, dll. sebagaimana yang juga dilakukan Sukarno.

Barat ikut menggulingkan Sukarno, dan kemudian diserahkan kepada Suharto yang dianggap siap berkomitmen menjaga kepentingan Barat di Indonesia dan Asia Tenggara.

Pilihannya hanya satu, yaitu siapapun presiden sebuah negara di dunia (termasuk Indonesia) yang dirasa tidak pro Barat pasti akan dijatuhkan melalui gerakan separatis radikalis.

Fakta ini sudah dilakukan oleh barat yang didukung saudi di irak, libya, suriah, yaman, dll.

Saudi akan mensupport kekacauan ini dengan harapan presiden Indonesia akan lebih pro Barat, untuk dijadikan teman melawan TIMUR yang sudah mulai mendominasi dunia.

Indikatornya banyak, di antaranya bisa dilihat sejauh mana kedekatan kedubes saudi dengan petinggi2 radikalis di Indonesia saat ini.

Dan perhatikan saja kicauan kedubes KSA dengan menyudutkan NU lewat bansernya sebagai golongan sesat.

Kenapa harus NU dulu yang dihancurkan, sebab selama Indonesia masih beramaliah NU (sunni) maka negara tersebut pasti sulit dikuasai barat.

Jadi jangan heran bila Saudi dan Wahabi merasa terganggu kepentingannya oleh sebuah golongan Islam, mereka akan mudah menyudutkan dengan tuduhan siah, ateis, dan liberal. seperti mereka akan terus menuduh syiah dan liberal kepada organisasi NU dan para kiyainya.

Tuduhan dan serangan itu terus dilakukan agar orang2 Islam yang awam meninggalkan NU. dengan harapan, bila NU kehabisan jamaah, maka secara struktural dan kultural NU akan lemah.

Dengan NU yang semakin lemah tersebut, maka harapannya misi wahabi sebagaibpintu masuk misi barat akan leluasa.

Fakta yang tak terbantahkan adalah seluruh negara mayoritas muslim, hanya negara berfaham wahabi saja yang dapat dikuasai dan dikendalikan barat.

Sedangkan negara2 yang berfaham sunni kecenderungannya akan lebih sulit diatur oleh barat. Apalagi faham Syiah yang merupakan musuh dedengkotnya barat.

Jadi dalilnya barat adalah, kalau ingin menguasai sebuah negara maka hancurkan dulu faham sunni-nya.

Sebagaimana upaya barat menghancurkan dunia Islam dengan menyerang dahulu golongan Sunninya di kekhilafahan Islam, mulai dari dinasti Umayuah, Abasiah, hingga ottoman turkai dalam perang salib yang berjilid2 dan perang dunia 1+2.

Kenapa Saudi selalu setia dengan Barat, karena kerajaan saudi merupakan hadiah dari barat berkat bantuan klan saudi yang memberontak khilafah turki. Barat dapat menguasai dunia pada era renaissance.

Raja saudi pertama merasa berhutang kepada barat yang telah membalas dendamkam kepada khilafah turki yang telah membunuh kakeknya: Saud (Nama Yahudinya adalah Moordakhai)

Dan juga jasa saudi yang mendukung berdirinya Israel Raya. (Sejarah terkait ini sangat panjang)

Kembali fokus ke Indonesia:
Pintu masuknya kepentingan barat ke Indonesia adalah gerakan2 Wahabi yg disokong Saudi yang berbungkus keagamaan.

Dengan cara memantik sentimen agama diharapkan muncul kekacauan.

Sebab dengan cara ini akan lebih mudah dan lebih murah biayanya.

Kenapa murah? sebab cara ini lebih efektif dilakukan karena orang2 bodoh agama dan orang2 ekstrim dalam agama akan lebih mudah dipancing emosinya.

Tujuan emosi orang bodoh disulut adalah agar terjadi kekacauan.

Kenapa harus terjadi kekacauan terlebih dahulu? alasannya agar barat melalui Amerika yang mengklaim sebagai polisi dunia mudah masuk dan mendapat dukungan global.

Ketika USA sudah masuk ke dalam sebuah negara yang sedang kacau, saat itulah misi barat dilancarkan.

Misi barat yang dimaksud adalah barat akan mudah menguasai aset2 strategis dan aset2 energi sebuah negara tanpa investasi (mengeluarkan) modal.

Kenapa tanpa modal? Karena Barat merasa (mengklai) berjasa telah membantu mengamankan sebuah teritorial.

Biasanya mereka minta kompensasi penguasaan aset strategis untuk membiayai kegiatan mendominasi global melalui pangkalan2 militernya di seluruh dunia.

Hal itu sudah terjadi di era Suharto yang menyerahkan aset strategis di indonesia sebagai kompensasi (ucapan terimakasih) karena Barat telah membantunya menjadi presiden.

Fakta sejarah itu diharapkan kembali terjadi saat ini dengan memunculkan kekacauan melalui sentimen agama.

Perhatikan saja golongan elit2 politik mana yang lebih memiliki akses komunikasi dan memiliki kedekatan dengan barat dan Saudi.

Kelompok elit mana yang mudah menggunakan isu2 anti komunis yang diasosiasikan anti rusia dan cina untuk menjatuhkan lawan politiknya.

Perhatikan saja kelompok elit mana yang mudah menggunakan gerakan2 berbungkus agama untuk mendegradasi pihak yang anti Barat.

Indikatornya sangat mudah terlihat bagi para intelek namun sulit terbaca bagi mereka yang bodoh agama dan bodoh sejarah.

Lihat saja setiap ada aksi gerakan keagamaan, ada donatur2 pro barat. dan ada donator2 elit orde baru yang merupakan kepanjangan tangan barat untuk menjajah terselubung indonesia kembali.

Dan lihat saja elit politik mana yang mendukung Australia memindahkan kedubesnua di jerusalem.

Catatannya adalah selalu ada misi BARAT dari setiap kekacauan sebuah negara.

tulisan ini belum sempat diedit dan sedikit terlalu bersemangat (e***onal)....

Ainur Rofiq Sayyid Ahmad
(Ketua Umum LDSI)


ditulis ulang oleh Pak Rt

#Islam, #BeritaIslami, #Sunnah, #Qur'anHadist, #Tuntunan
#Islamnusantara, #PIN, #BelaIslam, #Aqidah, # ASWAJA
Blog ini mengenai syiar ISLAM ala NUSANTARA, yang menjunjung adab ketimuran, sekaligus sebagai gambaran kecintaan terhadap kyai, habaib, dan NKRI

SEKILAS PANDANG NU, "Tak Kenal Maka Tak Sayang"



Assalamu'alaikum wahai para sahabat~

Mendengar kata NU, barangkali yang terlintas di benak sebagian netizen saat ini adalah pembakaran bendera bertuliskan لا إله إلا الله، pendapat beberapa tokohnya yang dianggap nyeleneh, membela syi'ah, delele.

Beberapa kali mencermati dhawuhnya pengurus NU utamanya para kiai telah bersikap, memberikan respon, bahkan nasihat, dengan cara yang ada dalam pola kinerja NU. (Tentu mereka tidak melaporkan hal itu kepada netizen, juga tidak dengan cara yang melulu sesuai dengan selera netizen).

Mengikuti Rapat Kerja PWNU hari ini untuk kepengurusan 5 tahun ke depan, saya makin memahami bahwa wilayah kerja organisasi ini amat luas, mengakar, dan memang "telah banyak makan garam".

Ada pembahasan tentang dakwah dengan segala dinamika dan pilihan metodenya, pemberdayaan ekonomi umat, pendidikan, kesehatan, kemaslahatan keluarga, dan sebagainya.

Lalu tentang pemeliharaan aset SMP (Sekolah, Madrasah, Pesantren) yang di Jawa Timur saja ratusan jumlahnya; target satu PCNU satu Rumah Sakit; target satu PCNU satu Perguruan Tinggi; program pendampingan keluarga untuk menekan angka perceraian yang akhir-akhir ini meningkat; program Ngaji Tani, pendampingan para nelayan, dan sebagainya.

Di bidang seni, dibahas pula bagaimana melakukan pendampingan pada penggiat jenis seni tertentu semisal Jaranan( kuda lumping), tanpa dilabeli ini seni NU. Mereka dirangkul dan diberi sentuhan dakwah, sebelum diambil agama lain.

Menurut kami selama mengikuti dakwah di gerbong NU, hal yang belum dipahami oleh mereka yang selama ini mengkritik NU adalah keberadaan NU sebagai "jembatan" antara abangan dengan kaum santri, antara nasionalis dan Islamis, antara awam dengan kaum yang tidak lagi awam.

Dalam proses "menjembatani" inilah, orang-orang di luar NU sudah memberikan vonis.

Padahal kita tak bisa memberikan kesimpulan bila sesuatu itu masih berproses.

NU adalah Aswaja dan Ke-Indonesia-an. Dua-duanya selalu menjadi paradigma dan perspektifnya.

Pendekatan dakwahnya tidak selalu aqidah dogmatis, political approach, tapi juga kultural.

Titah teologis terkadang perlu diterjemahkan oleh NU dalam konteks sosiologis.

Dalam membina keluarga besar NU mungkin ada yang melakukan sesuatu yang dinilai mukhalafah, maka saya kira itu adalah niscaya.

Jangankan keluarga dengan jumlah anggota puluhan juta ini, di tengah keluarga kita juga pasti ada yang melakukan "mukhalafah" itu.

Anak yang belum istiqamah shalat. Keponakan kita yang ternyata pacaran. Paklek, bulek, pakdhe, budhe yang ternyata baca Fatihahnya belum benar. Anggota keluarga lainnya yang belum menutup aurat. Istri atau mungkin ibu yang ternyata masih suka berbuat ghibah. Dan sebagainya.

Saya yakin panjenengan semua telah berikhtiar untuk mengingatkan mereka. Sesuai dengan "pola dan kinerja" yang sesuai dengan kultur keluarga anda. Inilah dakwah paling mendasar, yakni dimulai dari keluarga, tetangga hingga satu Dusun melalui Rutinan Yasin, Ngaji Ahad an dlsb...yg intinya dakwah itu harus menyenangkan semua.

ditulis Ulang oleh Pak Rt
sumber dari berbagai sumber

#Islam, #BeritaIslami, #Sunnah, #Qur'anHadist, #Tuntunan
#Islamnusantara, #PIN, #BelaIslam, #Aqidah, # ASWAJA
Blog ini mengenai syiar ISLAM ala NUSANTARA, yang menjunjung adab ketimuran, sekaligus sebagai gambaran kecintaan terhadap kyai, habaib, dan NKRI

KELEMAHAN AJARAN WAHABI


Assalamu'alaikum wahai para sahabat~

Mengkaji metode pengajaran Muhammad bin Abdul Wahab yang sepemahaman dengan Ibnu Taimiyah, Ibnu Qoyyim al-Jauziyah dan yang sepahaman, titik kelemahannya salah satu yang utama adalah menolak pengajaran bidang Ilmu Tasawuf (tentang Ihsan / Ma’rifat) .
*
Ilmu Tasawuf (tentang Ihsan / Ma’rifat) bertugas membahas soal-soal yang bertalian dengan akhlak dan budi pekerti, tazkiyatun nafs, bertalian dengan hati, yaitu cara-cara ikhlas, khusyu, tawadhu, muraqabah, mujahadah, sabar, ridha, tawakal dan lainnya.
*
Sedang pokok pengajaran wahabi hanya pada bidang Ilmu Fiqih (tentang Islam / Syariat) dan Ilmu Tauhid /. Usuluddin (tentang Iman / Hakikat).
*
Kemungkinanwahabi menolak pengajaran Ilmu Tasawuf disebabkan karena

Allah tidak menganugerahkan kemampuan pemahaman ilmu Tasawuf kepada mereka.

Mereka mengambil kesimpulan yang keliru terhadap data/fakta yang mereka ketahui terhadap orang-orang yang “mengaku” telah mempeljari ilmu Tasawuf.
*
Metode pengajaran kaum wahabi yang tidak memasukkan pengajaran ilmu Tasawuf mengakibatkan Al-Qur’an dan Hadist dimaknai hanya sebagai dalil, hukum, perintah dan larangan semata.

Metode pengajaran seperti ini sekilas memang baik sebagai bentuk ketaatan, penyeragaman, doktrinisasi. Efektif untuk mengatasi permasalahan waktu itu yakni tahyul, bid’ah dan khurafat.
*
Namun kelemahannya adalah menjadikan manusia seperti robot yang terprogram secara logika/akal tanpa unsur hati. Sehingga dengan metode pengajaran spt itu, para pengikutnya akan mengikuti atau diwarnai oleh “suasana hati” atau kepentingan dari yang mengajarkan.

Sebagai contoh bagaimana “suasana hati” dari kaum yang kita kenal Salafi Jihadi, “suasana hati” kaum Ikhwanul Muslimin atau para pengikut ketika kehidupan Muhammad bin Abdul Wahab memenuhi “kepentingan” penguasa Muhammad bin Sa’ud.
*
Manfaat pengajaran ilmu Tasawuf adalah mempersiapkan pengikut / murid / umat dalam urusan hati agar mudah (ikhlas) menerima pengetahuan baik dalil, hukum, perintah dan larangan. Dimulai mengenal diri sendiri kemudian dilanjutkan mengenal Allah (makrifatullah) yang mengeluarkan perintah dan larangan. Dari pengenalan inilah kita dapat memaklumi kenapa Allah membuat perintah dan larangan yang semua itu dalam rangka ke Maha Pengasih dan ke Maha Penyayang Nya.

Sehingga kita ikhlas menjalani perintahNya dan menjauhi laranganNya walaupun ibaratnya tidak ada surga maupun neraka seperti yang dinyatakan ahli tasawuf sebelumnya.
*
Syaikh Abu Al Hasan Asy-Syadzili mengatakan :

Kaum sufi (orang yang mengeluti tasawuf) telah menyerahkan kendali mereka pada Allah. Mereka mempersembahkan diri mereka di hadapanNya. Mereka tidak mau membela diri karena malu terhadap-Nya dan merasa cukup dengan sifat qayyum-Nya. Karenanya, Allah memberi mereka sesuatu yang lebih daripada apa yang mereka berikan untuk diri mereka sendiri".
*
Kalau kita ibaratkan kaum wahabi yang melihat dengan “mata kepala” sehingga emas dan tanah itu tetap berbeda

Sedangkan kaum Sufi adalah yang dapat melihat dengan “mata hati” sehingga dapat melihat emas dan tanah itu sama.
*
Dalam hadits diriwayatkan bhw ketika Nabi SAW. bertanya kepada Haritsah, “Bagaimana kabarmu pagi ini wahai Haritsah?”

Ia menjawab, “Pagi ini aku benar-benar beriman.”.

Mendengar jawabannya, Nabi berujar, “Setiap kebenaran ada hakikatnya. Apa hakikat imanmu?”

Ia menjawab, “Aku berpaling dari dunia sehingga bagiku sama saja antara emas atau tanah. Seolah-olah aku melihat penduduk surga tengah merasakan nikmat surga. Dan seolah-olah aku melihat penduduk neraka sedang merasakan siksa. Juga seolah-olah aku melihat Arasy dengan jelas. Karena itu, aku bangun malam (untuk beribadah) dan berpuasa di siang hari.”

Mendengar jawabannya, Nabi bersabda, “Wahai Haritsah, kau telah makrifat. Tetaplah dalam keadaanmu!”

Kemudian Nabi melanjutkan, “Ia hamba yang Allah terangi hatinya dengan cahaya iman.”

ditulis ulang oleh Pak Rt
sumber dari berbagai sumber

#Islam, #BeritaIslami, #Sunnah, #Qur'anHadist, #Tuntunan
#Islamnusantara, #PIN, #BelaIslam, #Aqidah, # ASWAJA