KELEMAHAN AJARAN WAHABI


Assalamu'alaikum wahai para sahabat~

Mengkaji metode pengajaran Muhammad bin Abdul Wahab yang sepemahaman dengan Ibnu Taimiyah, Ibnu Qoyyim al-Jauziyah dan yang sepahaman, titik kelemahannya salah satu yang utama adalah menolak pengajaran bidang Ilmu Tasawuf (tentang Ihsan / Ma’rifat) .
*
Ilmu Tasawuf (tentang Ihsan / Ma’rifat) bertugas membahas soal-soal yang bertalian dengan akhlak dan budi pekerti, tazkiyatun nafs, bertalian dengan hati, yaitu cara-cara ikhlas, khusyu, tawadhu, muraqabah, mujahadah, sabar, ridha, tawakal dan lainnya.
*
Sedang pokok pengajaran wahabi hanya pada bidang Ilmu Fiqih (tentang Islam / Syariat) dan Ilmu Tauhid /. Usuluddin (tentang Iman / Hakikat).
*
Kemungkinanwahabi menolak pengajaran Ilmu Tasawuf disebabkan karena

Allah tidak menganugerahkan kemampuan pemahaman ilmu Tasawuf kepada mereka.

Mereka mengambil kesimpulan yang keliru terhadap data/fakta yang mereka ketahui terhadap orang-orang yang “mengaku” telah mempeljari ilmu Tasawuf.
*
Metode pengajaran kaum wahabi yang tidak memasukkan pengajaran ilmu Tasawuf mengakibatkan Al-Qur’an dan Hadist dimaknai hanya sebagai dalil, hukum, perintah dan larangan semata.

Metode pengajaran seperti ini sekilas memang baik sebagai bentuk ketaatan, penyeragaman, doktrinisasi. Efektif untuk mengatasi permasalahan waktu itu yakni tahyul, bid’ah dan khurafat.
*
Namun kelemahannya adalah menjadikan manusia seperti robot yang terprogram secara logika/akal tanpa unsur hati. Sehingga dengan metode pengajaran spt itu, para pengikutnya akan mengikuti atau diwarnai oleh “suasana hati” atau kepentingan dari yang mengajarkan.

Sebagai contoh bagaimana “suasana hati” dari kaum yang kita kenal Salafi Jihadi, “suasana hati” kaum Ikhwanul Muslimin atau para pengikut ketika kehidupan Muhammad bin Abdul Wahab memenuhi “kepentingan” penguasa Muhammad bin Sa’ud.
*
Manfaat pengajaran ilmu Tasawuf adalah mempersiapkan pengikut / murid / umat dalam urusan hati agar mudah (ikhlas) menerima pengetahuan baik dalil, hukum, perintah dan larangan. Dimulai mengenal diri sendiri kemudian dilanjutkan mengenal Allah (makrifatullah) yang mengeluarkan perintah dan larangan. Dari pengenalan inilah kita dapat memaklumi kenapa Allah membuat perintah dan larangan yang semua itu dalam rangka ke Maha Pengasih dan ke Maha Penyayang Nya.

Sehingga kita ikhlas menjalani perintahNya dan menjauhi laranganNya walaupun ibaratnya tidak ada surga maupun neraka seperti yang dinyatakan ahli tasawuf sebelumnya.
*
Syaikh Abu Al Hasan Asy-Syadzili mengatakan :

Kaum sufi (orang yang mengeluti tasawuf) telah menyerahkan kendali mereka pada Allah. Mereka mempersembahkan diri mereka di hadapanNya. Mereka tidak mau membela diri karena malu terhadap-Nya dan merasa cukup dengan sifat qayyum-Nya. Karenanya, Allah memberi mereka sesuatu yang lebih daripada apa yang mereka berikan untuk diri mereka sendiri".
*
Kalau kita ibaratkan kaum wahabi yang melihat dengan “mata kepala” sehingga emas dan tanah itu tetap berbeda

Sedangkan kaum Sufi adalah yang dapat melihat dengan “mata hati” sehingga dapat melihat emas dan tanah itu sama.
*
Dalam hadits diriwayatkan bhw ketika Nabi SAW. bertanya kepada Haritsah, “Bagaimana kabarmu pagi ini wahai Haritsah?”

Ia menjawab, “Pagi ini aku benar-benar beriman.”.

Mendengar jawabannya, Nabi berujar, “Setiap kebenaran ada hakikatnya. Apa hakikat imanmu?”

Ia menjawab, “Aku berpaling dari dunia sehingga bagiku sama saja antara emas atau tanah. Seolah-olah aku melihat penduduk surga tengah merasakan nikmat surga. Dan seolah-olah aku melihat penduduk neraka sedang merasakan siksa. Juga seolah-olah aku melihat Arasy dengan jelas. Karena itu, aku bangun malam (untuk beribadah) dan berpuasa di siang hari.”

Mendengar jawabannya, Nabi bersabda, “Wahai Haritsah, kau telah makrifat. Tetaplah dalam keadaanmu!”

Kemudian Nabi melanjutkan, “Ia hamba yang Allah terangi hatinya dengan cahaya iman.”

ditulis ulang oleh Pak Rt
sumber dari berbagai sumber

#Islam, #BeritaIslami, #Sunnah, #Qur'anHadist, #Tuntunan
#Islamnusantara, #PIN, #BelaIslam, #Aqidah, # ASWAJA
Pak Rt

Pak Rt

Salah Satu Penggiat Sosial Media, yang selalu mengedepankan informasi benar terpercaya. sebagai wahana Dakwah dan memerangi HOAK .

Post A Comment:

0 comments: